Berita Viral

Viral, Pasutri di Aceh Daftar Haji Pakai Uang Koin, Baru Berangkat 32 Tahun Lagi

Viral, pasutri di Aceh daftar haji pakai uang koin, baru berangkat 32 tahun lagi

TRIBUNKALTIM.CO - Kantor Kementerian Agama atau Kemenag Kabupaten Aceh Timur mendadak heboh pada Selasa (10/5/2022) kemarin, seiring kedatangan Nurkhalis bersama istrinya, Siti Maftuhah, dan anak semata wayangnya Tgk Ali Mamuti.

Seperti dilansir di situs Kemenag, mereka datang dengan membawa banyak sekali uang logam receh serta uang kertas pecahan seribuan dan dua ribuan untuk mendaftar haji.

Sontak, kehadiran Nurkhalis dan Siti Maftuhah di Kawasan Idi Rayek menjadi perhatian banyak orang.

Sebelumnya, kejadian serupa terjadi pada 24 Agustus 2020.

Baca juga: Kemenag Rilis 67 Jamaah di Bontang Lolos Verifikasi Haji 2022, Ini Daftar Nama yang Berangkat

Saat itu, Nurkhalis datang untuk mendaftarkan haji untuk istrinya dengan membawa recehan uang logam.

Nurkhalis dan keluarganya tinggal di Kampung Akoja Kecamatan Alue Ie Mirah.

Lokasi kawasan ini relatif jauh dari ibu kota Aceh Timur.

Dilansir dari Tribunnews.com, ditemui di ruang seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU), Nurkhalis bercerita dirinya sudah menabung uang di celengan untuk berhaji sejak 24 Agustus 2020, setelah mendaftarkan haji untuk istrinya.

Baca juga: Bantah Isu Menag Minta Dana Haji untuk IKN, Kemenag: Hoaks & Fitnah, Kami akan Ambil Langkah Hukum!

Uang receh itu dikumpulkan dari hasil penjualan siomay. Rata-rata pecahan Rp1.000.

Kepala Kantor Kemenag Aceh Timur Salman mengapresiasi usaha Siti Maftuhah dan Nurkhalis.

Salman berharap kesungguhan pasangan suami-istri ini bisa menyemangati warga dan kaum muda untuk menabung dan mendaftar haji.

Setelah menyelesaikan proses administrasi, Siti Maftuhah menyerahkan uang kepada petugas Bank Penerima Setoran (BPS).

Baca juga: Jemaah Haji Kaltim Capai 1.181 Orang, Indonesia Dapat Kuota 100.051 Orang

Bersamaan itu, diterbitkan Surat Pendaftaran Pergi Haji (SPPH).

Kasi PHU Kemenag Aceh Timur, Muzakir yang pernah menjadi Petugas Kloter mengapresiasi inisiatif Nurkhalis dan istrinya.

Dia berharap semangat Nurkhalis dan Maftuhah untuk menabung dan mendaftar haji bisa menjadi inspirasi bagi warga lainnya, terutama generasi muda.

"Ini sejarah yang tak terlupakan dari keluarga Bapak Nurkhalis dan Ibu Maftuhah. Ada calon jemaah Embarkasi Haji Aceh (BTJ) yang mendaftar haji menggunakan uang receh," ujarnya.

"Meski harus menunggu antrian 32 tahun di Aceh, semoga Bapak Nurkhalis dan istri diberikan kesehatan sehingga dapat menunaikan ibadah haji nantinya," harapnya. (*)

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved