Berita Balikpapan Terkini
Dinas Kesehatan Sasar 111 Ribu Anak di Balikpapan Terima Imunisasi Campak Saat BIAN
Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) menjadi cara pemerintah mengejar ketertinggalan cakupan imunisasi yang turun di masa pandemi
Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN- Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) menjadi cara pemerintah mengejar ketertinggalan cakupan imunisasi yang turun di masa pandemi.
Dinas Kesehatan Kota Balikpapan akan melakukan imunisasi rutin, yakni campak- rubella dengan sasaran 111 ribu anak berusia 9 bulan hingga 12 tahun.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty mengatakan, program BIAN akan diluncurkan pada 18 Mei 2022 di gedung BSCC Dome Balikpapan.
"Ini sebenarnya imunisasi rutin, hanya saja selama pandemi Covid-19 bolong-bolong. Itu harus kita lengkapi kembali,” ujarnya kepada TribunKaltim.Co, Sabtu (14/5/2022).
Sebagai informasi, tahap pertama pelaksanaan BIAN pada Mei 2022, dilaksanakan di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.
Baca juga: Jadwal dan Lokasi Vaksin Booster di Balikpapan Hari Ini, Sabtu 14 Mei 2022
Baca juga: Prakiraan Cuaca Balikpapan 14 Mei 2022, Kabut Awali Hari, Hujan Guyur Kota Beriman Pada Sore Hari
Baca juga: Kecelakaan di Komplek Pertamina Balikpapan, Motor Adu Banteng, Korban tak Sadarkan Diri
Selama periode BIAN, satu dosis imunisasi Campak-Rubella akan diberikan terlepas dari status imunisasi sebelumnya.
Hal ini sesuai dengan target berdasarkan rekomendasi yang ditetapkan untuk masing-masing wilayah.
Satu atau lebih jenis imunisasi akan diberikan untuk melengkapi status imunisasi anak usia kurang dari 5 tahun.
Andi Sri Juliarty mengatakan Covid-19 telah mengakibatkan cakupan imunisasi rutin lengkap anak di Kota Minyak menjadi rendah.
Baca juga: Transaksi Sabu Masih Menggeliat di Balikpapan Barat, Dua Pria Tertangkap Usai Beli Barang Haram
Dampaknya ribuan anak di Kota Balikpapan berisiko lebih besar tertular penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin seperti difteri, tetanus, campak, rubella dan polio.
"Kembali mengingatkan vaksinasi rutin anak yang dulu sudah jalan sebelum pandemi. Jangan sampai kembali muncul penyakit," kata wanita yang kerap disapa Dio itu.
Menurutnya, pelaksanaan BIAN tidak berbenturan dengan program vaksinasi Covid-19 karena sudah berjalan dengan interval waktu 1 bulan.
Pelaksanaan vaksinasi rutin seperti campak, sebelumnya rutin dilakukan di sekolah dan fasilitas pelayanan kesehatan (puskesmas). (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Sejumlah-anak-sekolah-di-Balikpapan-diperiksa-gigi-dan-mulutnya.jpg)