Liga Italia

AC Milan Bisa Sakit Hati, Ambisi Inter Milan Rebut Scudetto dan Catatan Apik Inzaghi di Akhir Musim

AC Milan bisa sakit hati, ambisi Inter Milan pertahankan gelar Scudetto dan catatan apik Inzaghi di akhir musim Liga Italia.

Editor: Ikbal Nurkarim
Kolase Instagram @inter
Simone Inzaghi disebut telah membawa Inter Milan ke dimensi baru setelah kepergian Antonio Conte di musim panas. AC Milan bisa sakit hati, ambisi Inter Milan pertahankan gelar Scudetto dan catatan apik Inzaghi di akhir musim Liga Italia. 

TRIBUNKALTIM.CO - AC Milan bisa sakit hati, ambisi Inter Milan pertahankan gelar Scudetto dan catatan apik Inzaghi di akhir musim Liga Italia.

Perebutan Scudetto Liga Italia semakin memanas.

Pasalnya dua tim asal kota Mode Milan bersaing ketat untuk meraih gelar Scudetto.

AC Milan masih berada diatas Inter Milan terkait perolehan poin.

Meski demikian, Nerazzurri julukan Inter Milan tak ingin menyerah begitu saja.

Pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi, paham betul rasanya juara pada pekan terakhir Serie A.

Baca juga: LENGKAP Jadwal Liga Italia Pekan ke-38: Sassuolo vs AC Milan, Inter Milan vs Sampdoria

Baca juga: Disia-siakan Mikel Arteta, AC Milan Berpeluang Boyong Winger Arsenal ke Liga Italia

Baca juga: Jadwal Liga Italia Pekan ke-38: Laga Pamungkas Penentu Scudetto, AC Milan atau Inter yang Juara?

Inter Milan siap memberikan sakit hati hebat buat AC Milan.

Inter Milan dan AC Milan saat ini tengah bersaing sengit di jalur perebutan gelar juara Liga Italia 2021-2022.

AC Milan berada di posisi terdepan dengan menempati posisi puncak klasemen via raihan 83 poin.

Sang tetangga, Inter Milan menempel di tangga kedua, berbekal raihan 81 angka.

Menilik situasi terkini di klasemen Serie A, kompetisi kasta tertinggi Liga Italia, musim 2021-2022, siapa sang kampiun liga baru akan ketahuan pada pekan penghabisan.

Pada pekan ke-38 Liga Italia yang digulirkan pada Minggu 22 Mei nanti, Inter Milan akan menjamu Sampdoria, sementara AC Milan berkunjung ke markas Sassuolo.

Dikutip dari Kompas.com, pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi, yakin segalanya masih bisa terjadi, termasuk melihat anak asuhnya menggusur AC Milan dari puncak klasemen pada pekan terakhir Serie A.

“Tak mudah setelah kemenangan Milan, namun Inter bermain sangat bagus melawan tim yang bermasalah di kandang mereka sendiri,” ujar Simone Inzaghi usai mengantar Inter menang 3-1 di kandang Cagliari, Senin (16/5/2022) dini hari WIB.

“Saya memberikan selamat kepada pemain, sebab ini tidak bisa diabaikan begitu saja, terutama setelah bermain selama 120 menit pada hari Rabu,” tutur Inzaghi sembari merujuk kesuksesan Inter menekuk Juventus 4-2 via extra time di final Coppa Italia medio pekan silam.

Inzaghi adalah orang yang paling kompeten untuk berbicara mengenai kisah dramatis di akhir musim Liga Italia.

Semasa menjadi pemain, Simone Inzaghi pernah mengalaminya sendiri, persisnya di Serie A 1999-2000.

Waktu itu, Simone Inzaghi mengantar Lazio menyabet scudetto seusai menyalip Juventus pada pekan pamungkas Liga Italia.

Inter Milan saat menang di final coppa italia usai menaklukkan Juventus dengan skor 4-2.
Inter Milan saat menang di final coppa italia usai menaklukkan Juventus dengan skor 4-2. (instagram/@inter)

Baca juga: TERBARU HASIL & Klasemen Liga Italia: Duo Milan Menang, Rossoneri Selangkah Lagi Segel Gelar Juara

Lazio asuhan Sven Goran Eriksson menuju pekan ke-34 (Serie A 1999-2000 masih diikuti 18 tim) dengan bekal 69 poin, selisih dua angka dari sang pemuncak Juventus.

Jadwal pekan terakhir mempertemukan Lazio versus Reggina, sementara Juventus mesti bertandang ke Renato Curi markas Perugia.

Lazio tanpa kesulitan menekuk Reggina 3-0 dengan Simone Inzaghi muncul sebagai pembuka pesta gol timnya di Olimpico.

Di Renato Curi, tragedi terjadi. Arena laga diguyur hujan lebat.

Wasit legendaris yang memimpin pertandingan, Pierluigi Collina, sampai menunda babak kedua selama 82 menit karena lapangan Renato Curi berubah menjadi seperti kolam renang lantaran tergenang air! Saat laga babak kedua Perugia vs Juventus diputuskan dimulai, skor masih menunjukkan angka 0-0.

Namun, memasuki menit keempat interval kedua Alessandro Calori memicu petaka Juventus.

Calori mencetak gol dan Juventus asuhan Carlo Ancelotti kesulitan mengembangkan permainan di permukaan lapangan Renato Curi yang masih tergenang air hujan.

Tragedi buat Juventus, raihan trofi untuk Lazio. Laga di Renato Curi berkesudahan 1-0 untuk kemenangan Perugia.

Juventus pun mesti merelakan gelar juara Liga Italia 2000-2001 ke tangan Lazio yang tentu mesti menunggu lebih dari sejam untuk mengetahui hasil akhir sang rival.

Kisah tragedi Juventus di Renato Curi itulah yang menjadi landasan Simone Inzaghi dalam kapasitasnya kini sebagai pelatih Inter Milan.

Baca juga: HASIL Liga Italia: Bungkam Cagliari, Inter Milan Sukses Buat AC Milan Tunda Rayakan Juara Serie A

Simone Inzaghi menyebut Sassuolo bisa saja mengejutkan AC Milan, layaknya pada duel pertama di mana mereka membawa pulang kemenangan 3-1 dari San Siro.

“Sassuolo adalah tim yang sangat bagus, mereka punya banyak individu bertalenta. Saya memperkirakan akhiran yang sangat terbuka untuk scudetto, posisi zona Eropa, dan degradasi. Sekarang kami di sini, kami harus habis-habisan,” tutur Inzaghi.

Sang pelatih Inter Milan yakin timnya mampu memberikan sakit hati hebat buat AC Milan yang kini hanya butuh tambahan satu poin untuk mengunci status kampiun Serie A.

“Tentu, kami tertinggal, jadi kami butuh kemenangan dan mereka kalah. Itu pernah terjadi sebelumnya. Saya juara bersama Lazio ketika kami dua poin tertinggal dan Juventus kalah dari Perugia. Jadi, itu bisa terjadi lagi.” (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved