Senin, 27 April 2026

Hari Raya Waisak

Ratusan Umat Buddha Balikpapan Melepas Burung di Hari Raya Waisak 2022

Lantunan Paritta atau ayat suci terdengar mengiringi umat Buddha melepas ratusan ekor burung di Mahavihara Buddha Manggala

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Umat Buddha melepas ratusan ekor burung di Mahavihara Buddha Manggala saat Hari Raya Waisak 2022 di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Lantunan Paritta atau ayat suci terdengar mengiringi umat Buddha melepas ratusan ekor burung di Mahavihara Buddha Manggala saat Hari Raya Waisak 2022 di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur.

Pelepasan ratusan burung saat Abhaya Dana merupakan simbolisasi dilepaskannya makhluk hidup ke alam liar yang bermakna semua makhluk berhak mendapat kebebasan.

"Secara simbolis memang yang kami lepas adalah burung. Namun sebenarnya selain burung bisa berbagai macam makhluk hidup lainnya," ujar Kepala Vihara Bikhu Subhpanno Mahathera, Senin (16/5/2022).

Hari Raya Waisak atau Tri Suci Waisak 2555 BE (Buddhist Era) memang cukup berbeda.

Baca juga: Umat Buddha di Samarinda Laksanakan Ritual Waisak, Doa dan Mandikan Rupang serta Bakti Sosial

Baca juga: Walikota Basri Rase Beri Lampu Hijau Pembangunan Tempat Ibadah Bagi Umat Buddha di Bontang

Baca juga: Rayakan Trisuci Waisak, Pemkab Bulungan Harap Umat Buddha Patuhi Prokes

Setelah dua tahun vakum, ratusan umat Buddha nampak berkumpul memadati vihara.

Sebab sebelumnya, di tahun 2020 dan 2021, umat buddha belum sepenuhnya diperbolehkan beribadah ke vihara karena kasus Covid-19 belum landai.

"Dua tahun ini tidak ada perayaan. Hanya sekadar menyambut detik-detik Waisak saja. Itu pun dibatasi secara online. Hari ini kita lihat umat tampak bahagia," kata Bikhu Subphanno.

Hari Raya Waisak dirayakan untuk memperingati kelahiran, pencerahan, dan kematian Buddha. Perayaan pertama berlangsung pada tahun 1983.

Hari Waisak menjadi momen bagi umat Buddha menghabiskan seluruh hari suci ini di kuil untuk bermeditasi, melantunkan doa dan menawarkan sedekah kepada biksu Buddha.

Perayaan dimulai saat matahari terbit ketika para penyembah berkumpul di kuil-kuil untuk bermeditasi. 

Setelah prosesi membaca mantra, layanan berkat terbuka khusus dilakukan dan khotbah tentang pentingnya Hari Wesak diadakan.

Secara tradisional sisa malam dihabiskan dengan bermeditasi, melantunkan doa kepada Buddha oleh para biarawan yang memakai jubah saffron.

Singkatnya, Hari Waisak penting karena menandai tiga peristiwa penting dalam kehidupan Buddha Gautama - ulang tahunnya, pencerahan dan pencapaian Nirvana-Nya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved