Berita Paser Terkini
Pekarangan Pangan Lestari Jadi Program DTPH Mengentaskan Rawan Pangan di Paser
Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Paser terus berupaya agar hal tersebut dapat terwujud
Penulis: Syaifullah Ibrahim | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER- Guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, Pemerintah Kabupaten Paser terus berupaya agar hal tersebut dapat terwujud.
Hal itu dikarenakan, sampai saat ini terdapat 35 Desa di Paser yang masih masuk dalam kategori rawan pangan, Selasa (17/5/2022).
Sebagai langkah dalam mengentaskan permasalahan tersebut, Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura (DPTH) Paser, menggandeng Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten hingga PKK tingkat Desa untuk mempromosikan program pekarangan pangan lestari.
"Kita sosialisasikan bersama PKK, karena dalam pelaksanaannya tidak terlalu membutuhkan tempat yang luas," kata Kadis DPTH Paser, Taharuddin.
Program tersebut dinilai mudah diterapkan, cukup menggunakan pekarangan rumah saja sebagai tempat pengaplikasiannya.
Baca juga: Harga Anjlok, Apkasindo Paser Tuntut Kebijakan Larangan Ekspor CPO Ditinjau Ulang
Baca juga: Pemerhati Politik dan Hukum di Paser Soroti Dampak Kebijakan Larangan Ekspor CPO dan Harga TBS Turun
Baca juga: Saran dan Masukan Masyarakat Lokal Paser Bakal Diteruskan ke Kepala Badan Otorita IKN
Nantinya, pekarangan rumah akan ditanami beberapa tanaman yang bibitnya mudah didapatkan serta untuk perawatannya juga tidaklah sulit.
"Tanamannya itu berupa sayur mayur, lombok dan tanaman lainnya. Dikatakan mudah karena secara lokasi berada dipekarangan rumah, perawatannya juga tidak sulit dan bisa dikembangkan," urainya.
Taharuddin berharap, program tersebut ditargetkan bisa diterapkan di tiap desa yang ada di Kabupaten Paser.
Hanya saja masih dilakukan secara bertahap, karena menyesuaikan anggaran daerah yang masih terbatas.
"Saat ini kami masih sosialisasikan kepada masyarakat, memang targetnya seluruh desa bisa menerapkan program ini. Untuk anggaran ini yang masih bertahap prosesnya," jelasnya.
Untuk itu, dalam mengantisipasi keterbatasan anggaran DPTH Paser menggandeng TP-PKK Kabupaten yang memiliki kader hingga ke tingkat desa.
"Kami menggandeng PKK untuk melaksanakan program ini, tentunya salah satu upaya dalam mengantisipasi keterbatasan anggaran sehingga program ini benar-benar bisa terlaksana dan bisa berkembang," tutup Taharuddin. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/taharuddin-di-paser.jpg)