Berita Nasional Terkini
Dinkes Malinau Terima Laporan 2 Anak Diduga Terinfeksi Hepatitis Akut
Dua laporan terkait penemuan potensi dan gejala kasus hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya (Acute Hepatitis of Unknown Aetiology) di Malina
- Kejang,
- Gangguan pembekuan darah,
- Warna mata dan kulit menguning, serta
- kesadaran menurun.
Baca juga: Penyebab Hepatitis Akut Diduga dari Adenovirus hingga Covid-19, Ahli dari Inggris Buka Suara
Arifin menjelaskan berdasarkan pedoman dari Kemenkes RI, ada gejala-gejala awal pada penderita yang diduga merupakan hepatitis akut.
Diantaranya sindrom Jaundice akut yang ditandai dengan kulit dan iklera bewarna ikterik atau kekuning-kuningan, dan secara mendadak urin berubah warna menjadi gelap.
"Dari gejala awal dan lanjutan, jika petugas kesehatan di Puskesmas gejala ini, atau masyarakat khususnya orang tua menemukan gejala, agar segera dirujuk ke RSUD Malinau. Karena penanganan dan deteksi hanya dapat dilakukan di RSUD," katanya.
Pencegahan Melalui Pola Hidup Bersih dan Sehat
Dinas Kesehatan Malinau melalui Seksi Surveilans dan Imunisasi menyampaikan upaya pencegahan berpedoman pada SE Kementerian Kesehatan RI.
Hepatitis akut misterius dipercayai rawan menyerang kalangan anak-anak. Khususnya anak usia 15 tahun ke bawah.
"Hasil penelitian sampai saat ini, rawan terjadi pada anak-anak usia 15 tahun ke bawah.
Deteksi dini dan pencegahan adalah hal yang paling penting dilakukan orang tua. Memerikasa kebersihan anak, makan-minum diperhatikan, termasuk kebersihan alat-alat makan," katanya.
Pencegahan dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat atau PHBS, diantaranya:
1. Mencuci tangan dengan sabun,
2. Pastikan makanan/minuman matang dan bersih,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Waspada-Hepatitis-Akut.jpg)