Liga Italia

Preview AC Milan & Inter Rebut Scudetto: Statistik Rossoneri 80,6 Persen, Inzaghi Butuh Keajaiban

Inilah preview AC Milan dan Inter Milan rebut Scudetto Liga Italia dimana statistik I Rossoneri 80,6 persen hal itu buat Inzaghi butuh keajaiban.

Editor: Ikbal Nurkarim
Twitter - @Lega Serie A
Perebuatn Scudetto alias gelar juara Serie A Liga Italia musim 2021/2022 antara AC Milan dan Inter Milan akan ditentukan di pertandingan terkahir musim ini. Milan akan bertamu ke Sassuolo, Inter akan menjamu Sampdoria. Kedua laga penentuan akan digelar, Minggu (22/5/2022). 

TRIBUNKALTIM.CO - Inilah preview AC Milan dan Inter Milan rebut Scudetto Liga Italia dimana statistik I Rossoneri 80,6 persen hal itu buat Inzaghi butuh keajaiban.

Perebutan Scudetto Serie A berlangsung hingga laga pamungkas.

Dimana AC Milan dan Inter Milan masing-masing berpeluang mengamankan gelar tertinggi Liga Italia tersebut.

Namun menurut pemodelan statistik, AC Milan memiliki kans sebesar 80,6 persen untuk menjadi juara Serie A.

Tetapi, Inter Milan percaya keajaiban.

Baca juga: UPDATE Jadwal MotoGP Italia 2022 Live Trans7: Blunder Honda Buat Marquez Tersesat Perbruan Gelar

Baca juga: Gagal Jadi Klub Sultan di Liga Italia, AC Milan Bakal Senasib Seperti Liverpool, Diakuisisi Redbird

Baca juga: Prediksi & Jadwal Liga Italia Malam Ini: Sassuolo vs AC Milan, Rossoneri Ingin Ulangi Pesta di 1999

AC Milan sudah sangat dekat dengan scudetto, simbol perisai penanda juara Liga Italia.

Tim beralias I Rossoneri (Si Merah-Hitam) tersebut hanya butuh minimal tambahan satu angka untuk menyegel gelar juara Serie A, kompetisi kasta tertinggi Liga Italia, musim 2021-2022.

Pada pekan ke-38, putaran pamungkas Liga Italia 2021-2022, AC Milan dijadwalkan bertamu ke markas Sassuolo, Stadion Mapei, Minggu (22/5/2022) pukul 23.00 WIB.

Sang pesaing utama di jalur juara, Inter Milan bakal dihadapkan dengan perlawanan Sampdoria di Stadion Giuseppe Meazza.

Dikutip dari Kompas.com, statistik berkata AC Milan punya peluang sebesar 80,6 persen untuk menutup musim ini sebagai juara Liga Italia 2021-2022.

Sebaliknya, kans Inter "cuma" 19,4 persen.

Pemodelan itu dilakukan oleh Stats Perform yang disuplai data oleh penyedia statistik ternama, Opta.

Namun, data statistik hanyalah pedoman, bukan penentu hasil akhir di lapangan.

Duel Derby della Madonnina AC Milan vs Inter Milan, jadi ajang pertarungan Stefano Pioli dan Simone Inzaghi. (Kolase TribunKaltara.com / Instagram / @acmilan dan @inter)
Duel Derby della Madonnina AC Milan vs Inter Milan, jadi ajang pertarungan Stefano Pioli dan Simone Inzaghi. (Kolase TribunKaltara.com / Instagram / @acmilan dan @inter) (Kolase TribunKaltara.com / Instagram / @acmilan dan @inter)

Baca juga: Hasil, Klasemen dan Top Skor Liga Italia: Juventus Tumbang Fiorentina Tembus Eropa, Immobile Digdaya

Inter Milan meyakini betul hal itu. Kendati tampak sulit untuk menyalip AC Milan, Inter Milan masih meyakini keajaiban.

“Takdir tak berada di tangan kami, namun kami masih perlu untuk mengalahkan Sampdoria dan kami mesti memperlakukan pertandingan ini secara serius, layaknya laga-laga lain,” kata pelatih Inter Milan, Simone Inzaghi, dalam konferensi pers jelang laga Inter Milan vs Sampdoria.

Untuk menjadi juara Liga Italia 2021-2022, Inter Milan butuh raihan kemenangan atas Sampdoria.

Itu saja belum cukup. Anak asuh Simone Inzaghi mesti berharap AC Milan kalah kala bertandang ke rumah Sassuolo.

“Sassuolo adalah tim yang sangat bagus, mereka punya banyak individu bertalenta. Saya memperkirakan akhiran yang sangat terbuka untuk scudetto, posisi zona Eropa, dan degradasi. Sekarang kami di sini, kami harus habis-habisan,” tutur Inzaghi beberapa waktu lalu.

Sang pelatih Inter Milan yakin timnya mampu memberikan sakit hati hebat buat AC Milan yang kini hanya butuh tambahan satu poin untuk mengunci status kampiun Serie A.

Landasan keyakinan Inzaghi adalah akhir dramatis Serie A 1999-2000 yang juga melibatkan dirinya secara langsung.

Baca juga: Jadwal Liga Italia Malam Ini: Skenario AC Milan & Inter Milan Raih Scudetto, Live TV Online

Waktu itu, Simone Inzaghi yang masih aktif bermain, mengantar Lazio menyabet scudetto seusai menyalip Juventus pada pekan pamungkas Liga Italia!

Lazio asuhan Sven Goran Erikson menuju pekan ke-34 (Serie A 1999-2000 masih diikuti 18 tim) dengan bekal 69 poin, selisih dua angka dari sang pemuncak Juventus.

Pada pekan pamungkas, Lazio tanpa kesulitan menekuk Reggina 3-0 dengan Simone Inzaghi muncul sebagai pembuka pesta gol timnya di Olimpico.

Sementara itu, Juventus malah kalah 0-1 di Renato Curi, markas Perugia yang waktu itu lebih mirip kolam renang karena diguyur hujan sangat lebat.

Juventus pun mesti merelakan gelar juara Liga Italia 1999-2000 ke tangan Lazio.

“Tentu, kami tertinggal, jadi kami butuh kemenangan dan mereka kalah. Itu pernah terjadi sebelumnya. Saya juara bersama Lazio ketika kami dua poin tertinggal dan Juventus kalah dari Perugia. Jadi, itu bisa terjadi lagi,” kata Inzaghi yakin. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved