Berita Kukar Terkini
Koleksi Panglima Mandau Kukar, Simpan Senjata Khas Kalimantan di Lamin 1.001 Unit
Ahmad Ismail atau Panglima Mandau merupakan pria asal Bukit Meratus Kalimantan Selatan, kini dia tinggal di Margasari,
Penulis: Aris Joni | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Ahmad Ismail atau Panglima Mandau merupakan pria asal Bukit Meratus Kalimantan Selatan, kini dia tinggal di Margasari, Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).
Panglima mandau dikenal sebagai tokoh adat serta tokoh seni dan budaya Kalimantan. Dimana, dirinya sangat menjaga adat dan budaya Kalimantan dengan melestarikan senjata tajam Mandau yang merupakan senjata khas Kalimantan.
Bahkan, dirinya membangun lamin 1.001 mandau yang dalamnya berisi ribuan mandau dari berbagai jenis dan ukuran.
Malah, mandau-mandau tersebut dapat dilihat langsung di lamin itu, karena ribuan mandau hanya disimpan dan digantung di sekeliling lamin 1.001 mandau.
Baca juga: Mengenal Pembuat Mandau Raksasa Hingga Masuk Rekor MURI Terbesar di Dunia
Baca juga: Kapal Bermuatan 4.100 Ton CPO Dibekuk KRI Mandau 621, Lanal Balikpapan Selidiki Indikasi Selundupan
Baca juga: Pameran Mandau di Samarinda, Bantu Pemulihan Ekonomi Seniman yang Terdampak Covid-19
"Ada ribuan mandau di lamin saya gantung dan simpan di lamin," tuturnya.
Ia menjelaskan, motivasinya mengoleksi mandau dan membuat mandau besar atau raksasa, hanya untuk menjaga adat dan budaya leluhur suku Kalimantan.
Oleh karena itu, dari ribuan jenis mandau yang ada di laminnya, terdapat berbagai macam motif sesuai suku masing-masing yang ada di Kalimantan, seperti Dayak, Kutai, Banjar hingga Paser.
Diakui Panglima Mandau, butuh perjuangan panjang bagi dirinya sampai pada titik saat ini. Bahkan, dirinya juga sempat diremehkan.
"Ada yang bilang untuk apa membuat ini, Bukan orang saja, saudara sendiri menyebut saya gila untuk apa membuat mandau sebesar itu," katanya.
Tapi dirinya tidak peduli, karena menurut dia, orang budaya harus gila dalam hal positif. Kalau tidak gila kata dia, tidak akan mencapai kesuksesan dan keberanian.
"Dengan penampilan saya ini juga banyak yang heran. Jadi penuh perjuangan susah payah, dihina, dicaci," ujarnya.
"Tapi saya sudah tidak peduli, namanya orang budaya harus menerima konsekuensi," pungkasnya. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/raksasa-mandau-di-kukar.jpg)