Rabu, 22 April 2026

Berita Kukar Terkini

Hasilkan Meja Hingga Kursi, Lapas Tenggarong Ingin Bengkel Kerja Lapas Go Publik

Tembok penjara hanyalah batas dinding batu, artinya bukan berarti membatasi kreatifitas dan inovasi

Penulis: Aris Joni | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI
Hasil produk WBP di bengker Lapas Tenggarong.TRIBUNKALTIM.CO/ARIS JONI 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG- Tembok penjara hanyalah batas dinding batu, artinya bukan berarti membatasi kreatifitas dan inovasi.

Ungkapan tersebut keluar dari mulut Kepala Subseksi Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Kelas II A Tenggarong, Zairin Zain.

Zairin mempunyai impian bengkel kerja atau bengker yang dikelolanya tidak hanya menghasilkan produk yang dinikmati oleh masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) saja, tapi masyarakat luar Kukar juga bisa menikmati karya dan produk dari bengker Lapas Kelas II A Tenggarong.

"Saya menginginkan produk bengker ini bisa go public," ujarnya kepada Tribun. Senin (30/5/2022).

Dengan segala keterbatasan yang ada kata Zairin, baik dari sisi ruang produksi maupun fasilitas tidak menyurutkan semangatnya untuk terus berpikir untuk menghasilkan inovasi baru yang dikerjakan oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).

Baca juga: Masih Ditemukan Benda Terlarang Dalam Lapas, Agus Dwirijanto Janji Benahi Strategi Pengamanan

Baca juga: 6 Warga Binaan Ingin jadi Imam Masjid di Lapas Balikpapan, Diuji oleh Pemegang Sanad Tertinggi

Baca juga: Lapas Tenggarong Kukar Kembali Lakukan Razia Gabungan ke Kamar Hunian Napi

Sejak ditetapkan sebagai medium security dan berorientasi pada lapas produksi, bengker Lapas Kelas II A Tenggarong terus melakukan pembenahan-pembenahan serta memanfaatkan secara maksimal sumber daya yang ada.

"Untuk saat ini produk unggulan kami kursi lipat multifungsi yang sudah menerima pesanan dari pulau Jawa", tutur pria yang sudah mengabdi 27 tahun di Lapas Tenggarong ini.

Diketahui, Bengker Lapas Tenggarong sudah banyak mengeluarkan produk Unggulan, seperti kursi dan meja, diantaranya kursi lipat, meja rias, meja makan, kursi tamu, hingga wastafel.

Walau demikian ucap Zairin, bengker Lapas Kelas II A Tenggarong tidak ingin stagnan hanya dengan satu produk unggulan saja, tapi ingin memberikan bekal bagi WBP melalui pelatihan kemandirian.

"Pada tahun 2022 ini kami mendapatkan 24 paket kegiatan pelatihan, namun baru terlaksana 12 paket dan untuk sisanya menunggu petunjuk dari pusat", imbuhnya.

Lanjut dia, paket pelatihan kemandirian pun yang diprogram didesain untuk mendukung program unggulan yang sudah ada sekaligus membuat inovasi baru.

"Seperti renovasi kursi serta pelatihan konveksi serta desain grafis," tutur Zairin.

Bahkan kata dia, untuk wujudkan impiannya menjadikan bengker go public, dirinya ingin membuat pelatihan konten kreator serta film bagi WBP.

"Saya yakin pasti ada WBP yang memiliki potensi dalam bidang ini dan ini tidak terlepas respon positif dari film yang pernah dibuat didalam lapas, dimana banyak pemain figuran nya merupakan napi," terangnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II A Tenggarong, Agus Dwirijanto menyampaikan, untuk saat ini Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari hasil bengker ini per tanggal (30/5/2022) sebesar Rp 8,5 juta.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved