Berita Balikpapan Terkini

Jadi Kota Penyangga IKN, Balikpapan Dapat Bantuan Water Supply dari Korea

Pemerintah Kota Balikpapan menerima kunjungan lapangan Proyek Economic Innovation Partnership Program (EIPP) Indonesia-Korea.

Penulis: Miftah Aulia Anggraini | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO
Pemerintah Kota Balikpapan menerima kunjungan lapangan Proyek Economic Innovation Partnership Program (EIPP) Indonesia-Korea. TRIBUNKALTIM.CO/DWI ARDIANTO 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota Balikpapan menerima kunjungan lapangan Proyek Economic Innovation Partnership Program (EIPP) Indonesia-Korea.

Dua lokasi yang menjadi tujuan adalah Waduk Teritip dan TPS Manggar. Proyek ini merupakan kerjasama kedua negara untuk Balikpapan dan Samarinda terkait Solid Waste Management and Water Supply Plan.

Proyek ini terdiri dari pengelolaan sampah dan penyediaan air untuk Kota Samarinda dan Balikpapan.

Kedua kota ini dipilih lantaran rencana pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur, di mana Balikpapan dan Samarinda menjadi kota penyangga.

Kegiatan dilanjutkan dengan rapat, baik secara daring maupun luring di Aula Bappeda Litbang Kota Balikpapan.

Baca juga: Jadi Kota Penyangga IKN, Balikpapan Mulai Beralih ke Energi Baru Terbarukan

Baca juga: 700 Gakin di Balikpapan Timur Dapat Sambungan Air Gratis, Disuplai dari Waduk Teritip

Baca juga: Persiapan Balikpapan, Kota Penyangga IKN Nusantara, Rencana dan Kebijakan Anggaran

Pihak yang terlibat yakni Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Enviroment Strategy Development Institute (ESDI). Kunhwa Engineering & Consulting Co., Korea Development Institute (KDI), serta Pemerintah Kota Balikpapan.

Kepala Bappeda Litbang Kota Balikpapan, Murni mengungkapkan, ini adalah salah satu kerjasama inovasi ekonomi Indonesia dengan Korea.

Yakni Korea membantu melalui konsultasi dengan tenaga ahli mereka di dua sektor. Yakni pengelolaan sampah dan penyediaan air baku.

"Ini upaya untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yang harus dicapai di 2030. Pemerintah pusat memandang Balikpapan dan Samarinda sebagai kota yang butuh pendampingan," ungkapnya, Kamis (2/6/2022).

Balikpapan memang memiliki isu tersendiri terkait penyediaan air baku. Karena selama ini memang ketersediaan air bersih selalu didengungkan Pemerintah Kota Balikpapan.

Baca juga: Pemindahan IKN ke Kalimantan Timur Buka Peluang Kerja dan Usaha bagi Kota Penyangga Balikpapan

Kunjungan itu, lanjut Murni, untuk menggali informasi agar mendapatkan data terkini guna mengetahui teknologi apa yang paling tepat digunakan.

"Mereka tadi saat kunjungan tertarik dengan Sea Water Reverse Osmosis yang dulu pernah kita kaji," jelas Murni.

Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) ini sebelumnya sempat dikaji oleh pemerintah kota Balikpapan sebagai solusi untuk memenuhi kebutuhan air baku Balikpapan.

Namun kajiannya gagal lelang dan akan diulangi. SWRO ini merupakan salah satu cara untuk menyediakan air baku dari air laut. "Kalau pengelolaan sampah mereka sudah lihat ke lapangan," tuturnya.

Murni menambahkan, isu mengenai air baku ini memang berasal dari Pemerintah Kota Balikpapan yang selalu disampaikan setiap Musrenbang.

Baca juga: Sinkronkan Balikpapan Sebagai Kota Penyangga, Dinas Perhubungan Susun Masterplan Transportasi

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved