Kamis, 4 Juni 2026

Berita Internasional Terkini

Ribuan Benih Tanaman di Ukraina akan Musnah, Dampak dari Invasi Militer Rusia

Menurut laporan organisasi pangan dan pertanian yang didirikan PBB, Crop Trust menyebut bahwa ribuan benih tanaman di Ukraina saat ini terancam musnah

Tayang:
Editor: Budi Susilo
AFP
Prajurit Ukraina membantu rekan-rekan mereka tidak jauh dari garis depan di wilayah Ukraina timur Donbas, pada 21 Mei 2022. 

TRIBUNKALTIM.CO, KIEV - Ribuan benih tanaman di Ukraina akan musnah, dampak dari invasi militer Rusia.

Menurut laporan organisasi pangan dan pertanian yang didirikan PBB, Crop Trust menyebut bahwa ribuan benih tanaman di Ukraina saat ini terancam musnah karena bank benih yang berbasis di Kharkiv hancur dibom Rusia.

Serangan invasi yang gencar dilakukan Rusia telah meluluhlantakkan seluruh kota Kharkiv yang berada di timur laut Ukraina, tak terkecuali fasilitas penelitian bank benih nasional Ukraina.

“Akan menjadi kerugian yang tragis jika bank benih Ukraina dihancurkan," Stefan Schmitz, direktur eksekutif Crop Trust, dilansir dari Reuters.

Baca juga: Zelensky Pakai Rompi Anti Peluru Turun Langsung ke Medan Perang, Bergabung dengan Pasukan Ukraina

Baca juga: TERUNGKAP Pemilik Indomie Goreng yang Ditemukan Jurnalis Konflik Rusia vs Ukraina di Medan Perang

Baca juga: Indomie Goreng Beredar di Medan Perang Rusia vs Ukraina, Ditemukan di Markas Pasukan Zelenskyy

Peran bank benih nasional di Kharkiv menjadi penting bagi Ukraina, lantaran bank tersebut merupakan pusat penyimpanan kode genetik tanaman terbesar ke-10 di dunia.

Bahkan hampir 96 persen benih tanaman yang ada di Ukraina disimpan dalam bank benih Kharkiv.

Akibat hancurnya bank benih tersebut sebanyak 2.000 tanaman terancam musnah secara permanen.

Hal inilah yang dikhawatirkan dapat memicu munculnya krisis pangan global pada 7,9 miliar orang di dunia yang bergantung pada hasil tanaman biji Ukraina.

Mengingat Ukraina adalah negara eksportir biji-bijian terbesar di pasar global dengan menempati peringkat keempat.

Bank benih adalah semacam asuransi jiwa bagi umat manusia.

Mereka menyediakan bahan mentah untuk membiakkan varietas tanaman baru yang tahan terhadap kekeringan.

"Hama baru, penyakit baru, dan suhu yang lebih tinggi," ujar Schmitz.

Mencegah timbulnya krisis yang makin mendalam, Schmitz mengiimbau para akademisi sains bank benih Ukraina untuk memindahkan sisa benihnya ke brankas benih global Svalbard yang berada di Norwegia.

Baca juga: Perkuat Militer di Ukraina, Putin Teken UU Baru, Remaja dan Orang Tua Jadi Tentara?

Tindakan darurat ini disarankan Schmitz setelah Suriah berhasil mengamankan benih gandum, kedelai, dan rumput dari perang yang terjadi di Lebanon pada 2015 silam.

Sekitar 10 persen benih Ukraina dapat dicadangkan dalam waktu satu tahun karena benih tersebut perlu ditanam dan dipanen pada waktu yang tepat sebelum duplikatnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved