Berita Berau Terkini

Antisipasi Dini Sebaran Virus PMK di Penajam Paser Utara, Kirim Sampel ke Banjarbaru

Untuk mengantisipasi merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Penajam Paser Utara

Penulis: Renata Andini Pengesti | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU
Antisipasi sebaran wabah PMK di Penajam Paser Utara, Kesehatan hewan kirim sampel ke Banjarbaru. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Untuk mengantisipasi merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), pihak Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan PPU telah mengambil beberapa sampel, untuk kemudian di lakukan pemeriksaan.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan PPU Arief Murdiyatno kepada TribunKaltim.co, Senin (6/6/2022).

Arief mengungkap, sampel tersebut diambil dari ternak sapi milik para peternak lokal yang ada di empat kecamatan di PPU.

Meski sejauh ini belum ada temuan kasus pada hewan ternak di Kalimantan Timur terjangkit virus tersebut, namun diakui Arief hal itu merupakan upaya antisipasi dini.

Baca juga: Serius Realisasikan Pembangunan BLK, Pemkab Penajam Paser Utara Siapkan Lahan Seluas 8 Hektare

Baca juga: Suspek PMK pada Hewan Ternak Sapi di Berau, Masih Menunggu 2 Rujukan Lab

Baca juga: Harga Daging Sapi di Balikpapan Melonjak Imbas PMK, Pemkot Bakal Gelar Operasi Pasar

"Kalau Kaltim sejauh ini belum ada ditemukan meskipun sudah dilakukan uji klinis itu ada beberapa, tapi harus dibuktikan dengan uji laboratorium, ada memang beberapa sampel yang kita ambil dari ternak di beberapa titik dibeberapa kabupaten/kota," jelas Arief Murdiyatno.

Ia melanjutkan, meski bisa dikatakan PMK belum masuk di Benuo Taka.

Namun upaya untuk mengetahui itu, tetap harus berdasarkan hasil uji sampel yang dikirim ke balai veteriner Banjarbaru dan Surabaya.

"Saat ini masih dilakukan pengujian di Balai veteriner Banjarbaru maupun di Surabaya," katanya.

Upaya ini, akan dilakukan secara berkala hingga sebaran virus sudah dinyatakan selesai dan PPU benar-benar bisa dinyatakan bebas dari virus tersebut.

Dilakukan secara berkala tidak hanya satu waktu tapi nanti terus dilakukan berkala sampai virus ini selesai.

Di Penajam Paser Utara ada beberapa juga yang kita lakukan pengambilan sampel untuk diuji, harapannya bersih dan tidak ada temuan di lapangan," terangnya.

Untuk diketahui, ciri-ciri ternak terjangkit wabah tersebut terutama terlihat pada luka di mulut dan kaki.

Baca juga: Imbas Wabah PMK, Harga Daging Sapi Segar di Balikpapan Melejit hingga Rp 150 Ribu per Kilogram

Khusus ternak yang berkaki belah sepeti sapi, kambing, kerbau, babi, domba, dia disela kuku ada luka dan bisa sampai lepas kuku.

"Di mulut ada luka di gusi, lidah, dan ada hipersalifasi, itu adalah berliuran yang sangat banyak karena menahan luka, hingga demam tinggi dan lainnya," pungkasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved