Rabu, 22 April 2026

Berita Kukar Terkini

Bioma Sebar 8000 Bibit Mangrove di 3 Wilayah Muara Jawa Kukar

Memperingati hari Lingkungan Hidup Sedunia, Yayasan Biosfer Manusia (BIOMA) Kalimantan Timur melaksanakan penanaman bibit mangrove di Kukar

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA
Penanaman Bibit Mangrove oleh Yayasan Bioma, pemerintahan dan masyarakat setempat.TRIBUNKALTIM.CO/RITA LAVENIA 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG- Memperingati hari Lingkungan Hidup Sedunia, Yayasan Biosfer Manusia (BIOMA) Kalimantan Timur melaksanakan penanaman bibit mangrove di Desa Muara Kembang, Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Minggu (5/6/2022).

Kegiatan bertema "Lindungi dan Pulihkan Mangrove untuk Kehidupan" ini didukung oleh Pemerintah Provinsi melalui Kabupaten Kukar, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Delta Mahakam, Pertaminya dan Mahasiswa pecinta flora dan fauna Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda.

Direktur Eksekutif Yayasan Bioma Akhmad Wijaya melalui Direktur Harian Aspian Noor menyebutkan ada 100 bibit pohon mangrove dan berbagai jenis buah yang ditanam dalam kegiatan tersebut.

Namun jelasnya, sejauh ini Bioma telah menanam 8000 bibit mangrove yang tersebar di tiga lokasi di Kecamatan Muara Jawa.

Baca juga: Tanam 2.061 Pohon Mangrove, bank bjb Dukung Indonesia Tanpa Pencucian Uang dan Pendanaan Teroris

Baca juga: Peringati Hari Keanekaragaman Hayati Sedunia, PKT Tanam 1.500 Bibit Mangrove di Perairan Bontang

Baca juga: Delegasi Pra KTT Y20 Asal Korsel Akui Pengalaman Pertama Tanam Mangrove di Balikpapan

"Yakni Muara Pegah, Muara Hulu Besar dan Muara Hulu Kecil dengan total 670 ribu bibit yang berhasil disebar," rincinya.

Ia mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk motivasi kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

"Kita memilih mangrove karena bisa memberikan banyak manfaat bagi ekosistem pesisir," ucapnya.

"Saat ini masyarakat sekitar juga mulai menyadari, bahwa ekosistem yang terjaga dapat meningkatkan perekonomian mereka," sambungnya.

Selain itu, lanjutnya, pohon Mangrove juga cocok menjadi pilihan untuk mengatasi kerusakan lingkungan.

Sebab bebernya, dari data yang Bioma miliki, sebesar 80 persen kawasan tersebut telah rusak karena tereksploitasi kegiatan perekonomian.

"Namun dari pantauan kami masih ada masyarakat yang menggunakan tambak hijau yang di tengahnya ditanami sayur mayur dan ini masih bisa dipertahankan," infonya.

Untuk keberhasilan pertumbuhan mangrove sendiri dikatakannya sejak 2017 sudah ada yang berukuruan 2-3 meter.

"Memang pertumbuhannya dipengaruhi oleh pasang surut air. Harapan kita 40-60 persen bisa tumbuh dan berkembang," harapnya.

Sementara itu, Lurah Muara Kembang, Masriansyah mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi dan mendukung kegiatan yang dilaksanakan oleh Bioma ini.

Karena manfaatnya tidak hanya memperbaiki alam yang rusak, tetapi juga bisa menambah perekonomian masyarakat setempat yang notabene merupakan nelayan.

Baca juga: Pengelola Mangrove di Balikpapan Siap Berkontribusi Bangun IKN, Akan Lestarikan dan Rawat Lingkungan

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved