Kamis, 23 April 2026

Berita Balikpapan Terkini

Balikpapan Alami Inflasi Sebesar 0,52 Persen pada Mei 2022

Pada Mei 2022 terjadi inflasi di wilayah Kota Balikpapan sebesar 0,52 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,193.

DOK/TRIBUNKALTIM.CO
Ilustrasi BPS Balikpapan mencatat bahwa Balikpapan mengalami inflasi sebesar 0,52 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,193. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pada Mei 2022 terjadi inflasi di wilayah Kota Balikpapan sebesar 0,52 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 109,193.

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya tujuh kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,01 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,08 persen; kelompok perumahan, air listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,29 persen;

kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,42 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,22 persen; kelompok transportasi sebesar 1,16 persen; dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 1,25 persen.

Sementara itu kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,01 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,33 persen.

Tingkat inflasi tahun kalender (Januari–Mei) 2022 sebesar 3,28 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Mei 2022 terhadap Mei 2021) sebesar 4,87 persen.

Baca juga: Inflasi Bakal Melaju Naik Sampai Akhir Tahun 2022, Antara Lain karena Cuaca Buruk

Berdasarkan data yang dihimpun Tribunkaltim.co melalui Berita Resmi Statistik (BRS) yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik Kota Balikpapan, dari 12 kota IHK di wilayah Pulau Kalimantan, seluruhnya mengalami inflasi.

Inflasi tertinggi terjadi di Kotabaru sebesar 1,23 persen, diikuti oleh Tanjung dan Sintang dengan inflasi masing-masing sebesar 1,17 persen dan 1,07 persen.

Sementara inflasi terendah terjadi di Balikpapan sebesar 0,52 persen.

Komoditi yang memberikan andil terbesar terhadap terjadinya inflasi adalah daging ayam ras yang mengalami kenaikan indeks harga sebesar 4,67 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar 0,0947 persen, diikuti oleh angkutan udara yang mengalami kenaikan indeks harga sebesar 5,16 persen dengan andil sebesar 0,0908 persen serta tomat yang mengalami kenaikan indeks harga sebesar 19,15 persen dengan andil sebesar 0,0483 persen.

Baca juga: Bank Indonesia Ramal Wabah PMK Picu Inflasi di Balikpapan

Sementara komoditi yang memberikan andil terbesar terhadap terjadinya deflasi adalah cabai rawit yang mengalami penurunan indeks harga sebesar 8,66 persen dengan andil terhadap inflasi sebesar -0,0366 persen, diikuti oleh bayam yang mengalami penurunan indeks harga sebesar 10,85 persen dengan andil sebesar -0,0151 persen serta bahan bakar rumah tangga yang mengalami penurunan indeks harga sebesar 0,26 persen dengan andil sebesar -0,0129
persen. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved