Selasa, 19 Mei 2026

Berita Penajam Terkini

Warga Kena Efek Buruk Normalisasi Sungai Sepaku, Solusi Atasi Penyempitan dan Pendangkalan

Sejak dilakukan normalisasi sungai Sepaku, terutama yang berada di sekitaran Kelurahan Sepaku, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara,

Tayang:
Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU
Sejak dilakukan normalisasi sungai Sepaku, terutama yang berada di sekitaran Kelurahan Sepaku, Kecamatan Sepaku Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, warga mengaku kesulitan mendapatkan air bersih. 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Sejak dilakukan normalisasi sungai Sepaku, terutama yang berada di sekitaran Kelurahan Sepaku, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur, warga mengaku kesulitan mendapatkan air bersih.

Hal tersebut diakui Ketua RT 3 Kelurahan Sepaku Fandi, saat dihubungi TribunKaltim.co.

Fandi mengatakan, normalisasi sungai yang berada tepat di belakang rumahnya itu, dilaksanakan sejak tiga bulan terakhir.

Hal itu karena kondisinya yang sudah mengalami penyempitan, dan mulai dangkal sehingga dilakukan juga pengerukan sungai.  

Baca juga: Indeks Sungai Sepaku Siapkan 3.000 Liter Air Baku untuk IKN, Diprediksi Rampung Akhir Tahun 2022

Baca juga: Homestay Dadakan di Sepaku Penajam Paser Utara Mulai Bermunculan, DPMPTSP Sebut Izinnya Belum Diatur

Baca juga: Sambut Ibu Kota Negara, Bisnis Homestay Mulai Menjamur di Kecamatan Sepaku

Namun, kondisi itu membuat warga khususnya RT 2 dan RT 3, menjadi kesulitan air bersih, akibat setelah normalisasi itu, air sungai menjadi sangat keruh.

Padahal, sungai tersebut merupakan sumber air untuk warga sekitar, untuk kebutuhan setiap hari, mulai dari mencuci, mandi hingga konsumsi air bersih.

"Sungai Sepaku, yang di belakang rumah sekarnag kondisinya sudah dalam pengerjaan, berupa pengerukan, itu sepertinya bulan ini selesai pengerjaannya," ungkapnya kepada TribunKaltim.co pada Selasa (7/6/2022).

Memang diakui Fandi, sungai tersebut kerap kali meluap hingga banjir ketika turun hujan, yang mengakibatkan jalanan dan rumah warga juga terendam.

Airnya juga diakuinya menjadi keruh setelah turun hujan, hanya saja dalam waktu dua hari saja, airnya akan kembali jernih.

"Saat hujan, sungai tersebut menjadi meluap dan melimpah ke darat hingga memenuhi halaman rumah warga," sambungnya.

Baca juga: Pemindahan IKN ke Sepaku, Belum Terlalu Berdampak pada Pariwisata di Penajam Paser Utara

Tetapi, setelah adanya kegiatan normalisasi ini, air sungai terus menjadi keruh, dan warga terpaksa tetap menggunakan, air sungai disedot ke tempat penampungan air milik warga, lalu diendapkan berhari-hari untuk bisa digunakan.

Dengan adanya kegiatan normalisasi tidak memberikan dampak positif.

"Sungai kami tambah hancur, dengan adanya normalisasi ini, air sungai kotor terus dan tidak pernah jernih," katanya.

Kalau kemarin itu kalau tidak ada hujan, dua tiga hari sudah jernih.

"Ini sudah tiga bulan tidak pernah lagi jernih," terangnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved