Kamis, 23 April 2026

Berita Kubar Terkini

Belum Sempat Dijual di Pasaran, Beras Durian Kutai Barat Langsung Diserbu Masyarakat 

Beras Dirian Kutai Barat langsung diserbu masyarakat sebelum diedarkan untuk dijual di pasaran

Penulis: Zainul | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL
Beras Durian Kutai Barat menjadi merek beras lokal hak paten Kutai Barat.TRIBUNKALTIM.CO/ZAINUL 

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR- Beras merek Durian Kutai Barat langsung diserbu masyarakat sebelum diedarkan untuk dijual di pasaran.

Antusias tinggi masyarakat tampak terlihat saat kegiatan seremonial pelaunchingan merk beras "Durian Kutai Barat " oleh Bupati Kutai Barat FX Yapan kemarin. 

Hal itu terbukti dengan terjualnya beras yang tersedia dalam kemasan 5 kg dan 10 kg mencapai kurang lebih 2 ton.

Padahal beras lokal tersebut belum diedarkan secara meluas di pasaran.

"Habisnya itu kurang lebih 2 ton. Itu ukuran yang 5 Kg dan 10 Kg. Belum (dijual dipasaran) kan baru dilauching pak Bupati, " kata Agus salah satu anggota kelompok tani," Minggu (12/6)

Baca juga: Ketua DPRD Mahakam Ulu Dorong Produk Beras Lokal Bisa Tembus Pasaran Luar 

Baca juga: Pertama Dalam Sejarah, Mahakam Ulu Produk Beras Lokal Sendiri

Baca juga: Tidak hanya Menggunakan Air Cucian Beras, Ini 6 Bahan Alami yang Bisa Menyuburkan Tanaman

Beras Durian Kutai Barat ini merupakan beras lokal hasil produksi kelompok tani Makmur di Kampung Jambuk, Kecamatan Bongan, Kabupaten Kutai Barat (Kubar). 

Beras lokal khas Kubar itu dilauching langsung oleh Bupati Kutai Barat FX Yapan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kampung Jambuk, Kecamatan Bongan. 

Menurut FX Yapan, kehadiran beras lokal ini akan menghimpun seluruh beras yang dihasilkan dari seluruh wilayah yang ada di Kutai Barat, yang mana di kemasannya akan memiliki kekhasan daerahnya masing-masing dengan tujuan agar dapat mengenalkan wilayah penghasil beras yang ada di Kutai Barat.

"Ke depannya dalam menyambut IKN harapannya Kutai Barat siap menjadi penyangga ibukota yang mana kita giatkan peningkatan diberbagai sektor salah satunya terkait pangan, kita siapkan wilayah-wilayah strategis pengembangan padi, jagung bahkan pasokan daging dan lain sebagainya," kata FX Yapan, Minggu (12/6).

Kualitas beras lokal Kutai Barat ini sendiri disebut-sebut tak kalah bersaing dengan kualitas beras merk lainnya, bahkan tak sedikit masyarakat yang menilai kualitas beras Durian Kutai Barat jauh lebih baik daripada kualitas beras yang didatangkan dari luar daerah.
 
"Jauh lebih bagus berasnya, kalau dimasak itu rasanya enak dan lembut gak kayak beras yang lain. Lebih baguslah sama beras yang dari luar itu," kata Hilmus warga sekitar. 

Untuk diketahui, jumlah luasan lahan sawah mimik kelompok tani Makmur di Kampung Jambuk Makmur ini mencapai  52 hektare. Mereka menyediakan bibit sebanyak 1 ton benih.

Baca juga: Viral Kisah Eka Rufaedah, Nikah 8 Hari Cerai, Suami Diduga OCD, Marah karena Beras Kena Panci Basah

"Saya ucapkan terima kasih kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian selaku penyelenggara serta Kelompok Tani dan seluruh pihak yang telah terlibat dalam kelancaran penyelenggaraan kegiatan ini.

Kiranya sinergitas kita bersama ini sebagai bentuk upaya kita untuk muwujudkan kemandirian ketahanan pangan di Kutai Barat untuk hari esok yang lebih baik daripada hari ini," kata Bupati Kubar FX Yapan. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved