Selasa, 14 April 2026

Berita Bontang Terkini

Hewan Kurban dari Luar Daerah Bontang akan Diuji Klinis oleh DKP3

Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Peternakan (DKP3) Kota Bontang memastikan semua hewan kurban yang masuk dari luar daerah

Penulis: Ismail Usman | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/ISMAIL USMAN
Pemeriksaan klinis hewan kurban yang dilakukan DKP3 Bontang di Tanjung Laut, Kota Bontang, Kalimantan Timur.  

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Dinas Ketahanan Pangan Perikanan dan Peternakan (DKP3) Kota Bontang memastikan semua hewan kurban yang masuk dari luar daerah akan diuji klinis lebih dulu.

Hal itu ditegaskan Kasi Pelayanan Kesehatan Hewan DKP3 Bontang, drh Riyono saat dikonfirmasi, Rabu (15/6/2022).

drh Riyono menyebut jika pihaknya masif melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap semua hewan kurban yang masuk ke Bontang.

Dari data DKP3, ada 656 ekor sapi yang telah dinyatakan mendapat pemeriksaan survey klinis, per Selasa (14/6) kemarin.

Baca juga: Pedagang Hewan Kurban di Kutim Masih Sepi, Kadistanak Ungkap Ada Hambatan Pendistribusian

Baca juga: Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Kementerian Pertanian Pastikan Stok Hewan Kurban Aman

Baca juga: Garda Pemuda Nasdem Kaltim Sumbang 19 Hewan Kurban ke 6 Lokasi Berbeda

Bahkan pemerisaan klinis ini akan terus masif dilakukan hingga 14 hari kedepan.

“Ini sebagai bentuk kesiapan dan kewaspadaan pemerintah terhadap wabah PMK dan penyakit hewan menular lainnya,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Rabu (15/6/2022).

Selain itu, hewan kurban juga akan dilakukan pemeriksaan antemortem 14 hari sebelum dipotong.

Stempel sehat hewan pun terus diawasi hingga menjelang hari H pemotongan.

“Kalau setelah dipotong juga akan dilakukan pemeriksaan postmortem untuk menjamin bahwa hewan kurban tersebut layak dikonsumsi oleh masyarakat,” ujarnya.

drh Riyono mengimbau masyarakat agar meminta surat keterangan sehat ke penjual sapi sebelum membeli hewan kurban.

“Nanti bisa diminta sertifikat karantina atau surat pelepasan dari karantina jika hewan tersebut berasal dari luar Bontang,” jelasnya.

Di akhir ia pun menjelaskan jika PMK bukan penyakit zoonosis yang dapat menular ke manusia.

“Jadi aman, hanya saja jangan sampai kita bagian dari yang menyebarkan virus ke hewan lainnya,” imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved