Indonesia Open 2022
Gagal Total, Tim Indonesia Tanpa Gelar di Indonesia Open 2022, Ini Penjelasan PBSI
Tim pebulutangkis Indonesia tanpa gelar di Indonesia Open 2022, ini Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Rionny Mainaky.
TRIBUNKALTIM.CO – Gagal total, tim pebulutangkis Indonesia tanpa gelar di Indonesia Open 2022, ini Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Rionny Mainaky.
Para pebulutangkis wakil Indonesia gagal total di gelaran Indonesia Open 2022.
Tak ada satu pun wakil Indonesia yang melaju ke babak semifinal.
Empat wakil Indonesia, terhenti di babak perempat final.
Baca juga: Update Indonesia Open 2022, Kata Pramudya soal Cedera Yeremia Rambutan, Wakil Malaysia tak Selebrasi
Baca juga: Hasil Perempat Final Indonesia Open 2022, Yere Cedera saat Match Point, PraYer Berjuang hingga Akhir
Tak ada satu pun wakil Indonesia yang mampu melangkah ke babak semifinal Indonesia Open 2022.
Dengan begitu, Indonesia dipastikan tanpa gelar sama sekali pada babak Final Indonesia Open 2022.
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PP PBSI, Rionny Mainaky menilai penampilan anak asuhnya pada gelaran Indonesia Masters dan Open 2022 belum memenuhi target.

Dilansir dari Tribunnews.com dalam artikel berjudul Wakil Indonesia Gagal Total di Indonesia Open 2022, Ini Penyebabnya Kata Rionny Mainaky, pada ajang Indonesia Masters, Indonesia hanya mendapatkan satu juara, Fajar/Rian dan satu runner-up, Apriyani/Fadia.
Sementara di Indonesia Open, pebulutangkis Indonesia tak mampu tembus ke babak semifinal, praktis tak ada juara di Indonesia Open 2022 ini.
“Untuk melihat hasil yang kemarin di Masters ada final dan juara. Keseluruhannya sampai hari ini bisa dibilang kami gagal ya. Bukan kecewa tapi hasil itu yang harus kami terima,” kata Rionny di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (18/6/2022).
Baca juga: Hasil Perempat Final Indonesia Open 2022, Apri/Fadia Terhenti, Ganda Korea Libas 3 Wakil Merah Putih
“Kami tidak bisa cari alasan tapi dari pemain dan pelatih memang kelelahan. Seperti Fajar yang fokusnya agak tidak stabil dan buat banyak kesalahan di akhir-akhir. Apriyani memang yang paling tinggi dengan Fajar. Mereka kelelahan,” jelasnya.
Dari hasil ini, Rionny bersama pelatih lainnya bakak mengevaluasi masing-masing kinerja pemain.
Ia pun berharap pada kejuaraan Malaysia Masters, Malaysia Open dan Singapura Open yang dihelat setelah ini, para pemain sudah punya persiapan yang lebih baik.
“Kita sudah berjuang mati-matian tapi memang masih ada kekurangan. Kami bisa lihat Ginting yang mengubah permainan habis-habisan sampai gim ketiga meski ada kesalahan. Saya sudah bicara dengan Ginting dan dia siap evaluasi,” terang Rionny.
Baca juga: Indonesia Open 2022: Fajar/ Rian Waspadai Dua Senjata Andalan Liu Yu Chen/Ou Xuan Yi di QF
“Kami harus segera siap-siap karena tahun depan udah persiapan Olimpiade, seperti itu yang harus jeli lagi untuk kejuaraan minggu depan,” pungkasnya.
Kejuaraan Malaysia Open diadakan pada 28 Juni 2022, kemudian dilanjutkan Malaysia Masters pada 5 Juli 2022 dan tak berselang lama giliran Singapura Open diadakan pada 12 Juli 2022.(*)