Minggu, 3 Mei 2026

Berita Balikpapan Terkini

Daya Beli Konsumen Cabai Rawit di Balikpapan Mulai Menurun

Harga cabai rawit masih berada di ambang Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu di Pasar Pandansari Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/MOHAMMAD ZEIN
Salah satu pedagang cabai rawit di Pasar Pandansari Balikpapan, Minggu (19/6/2022). 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Harga cabai rawit masih berada di ambang Rp 90 ribu hingga Rp 100 ribu di Pasar Pandansari Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur pada Minggu (19/6/2022).

Dibanding saat normal, terdapat kenaikan harga berkisar 50 persen. Dimana kenaikan harga ini sudah berlangsung sejak beberapa minggu terakhir.

Setidaknya pekan lalu, harga cabai rawit sendiri rata-rata dibanderol Rp 85 ribu per kilogram. Hingga dua hari terakhir, harga sudah mencapai Rp 90 ribu per kilogram.

Seorang pedagang cabai di Pasar Pandansari Balikpapan, Astuti (46) menyebut bahwa harga mahal ini mengingat permintaan yang cukup tinggi dari berbagai daerah terhadap petani.

Baca juga: Harga Cabai Rawit Merah di Kutai Kartanegara Naik Rp 20 Ribu/Kg

Baca juga: Harga Cabai Rawit di Balikpapan Terus Naik hingga Tembus Rp 120 Ribu/Kg

Baca juga: Harga Cabai di Pasar Sepinggan Balikpapan Masih Tinggi, Sementara Tomat Mulai Turun

"Kita ambil di Sulawesi. Cuma dari Jawa itu kan juga ngambilnya ke Sulawesi. Jadi dikepung lah harga Jawa, sini ngikutin aja," ungkap Astuti, Minggu (19/6/2022), di lapaknya.

Pedagang lain, Dewi (35) menyuarakan hal serupa. Kata dia, permintaan tinggi dari berbagai daerah yang melambungkan harga.

Jika tidak mengikuti harga pasaran, lanjut dia, cabai rawit tidak dipasok ke Balikapapan. Padahal di Balikpapan, menurut dia, cabai rawit tengah sepi peminat.

Dewi berujar, dirinya selalu mengambil pasokan sedikitnya dua peti dengan berat 40 kilogram cabai rawit. Hingga sore hari, cabai yang dijualnya, belum sampai terjual setengahnya.

"Kalau sudah lewat sehari nggak habis, sudah rugi kita itu. Soalnya kita jual besoknya lagi kan turun harganya jadi Rp 85 ribu," paparnya.

Baca juga: Harga Cabai Rawit dan Tomat Melonjak di Pasar Sepinggan, Dipicu Petani Gagal Panen

Meski tak membeberkan ongkos modal, Dewi menyebut bahwa harga tersebut sudah terbilang tak logis dari hitungan bisnis.

Penjualan cabai rawit, menurut dia, sedang tak menjanjikan.

"Tempat saya ini aja, stok itu banyak. Ini aja masih ada peti belum saya buka. Dijual besok, kan pasti sudah berkurang harganya," cetusnya.

"Apalagi ini sepi. Sepi banget," tukas Dewi mengakhiri. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved