Berita Balikpapan Terkini

Kartu Keluarga Terbit Belum Genap Setahun, Pendatang dari Kalbar Ditolak Sistem PPDB di Balikpapan

Sejumlah persoalan masih dirasakan wali murid mengenai mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Salah satunya dialami Firman Mendrofa.

Penulis: Ary Nindita Intan R S | Editor: Aris
HO/Firman Mendrofa (Pribadi)
Tangkapan layar pendaftaran PPDB - Bukti Adanya Ditolak Oleh Sistem. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Sejumlah persoalan masih dirasakan wali murid mengenai mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Salah satunya dialami Firman Mendrofa, pendatang baru dari Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar).

Kedua anak perempuannya yakni Paskalin Samaeri Mendrofa (16) dan Grace Andani Mendrofa (15) ditolak lantaran tahun terbit Kartu Keluarga (KK) yang belum genap satu tahun.

Firman mengaku memang baru saja pindah Kaltim, sebelumnya ia tinggal di Kalbar, tepatnya pada Bulan Juni 2021 lalu.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Dini Hari Nanti di Balikpapan 5 Juli 2022, Bakal Turun Hujan Ringan

Sebelumnya Firman pernah mendaftarkan Paskalin di SMKN 7 Kota Samarinda, namun hal ini juga sama dengan hal nya yang ditolak dengan sistem lantaran belum memiliki KK domisili terbaru.

Kemudian di tahun ini, Ia mencoba mendaftar lagi di tiga sekolah Balikpapan, diantaranya SMAN 6, SMKN 6 dan SMAN 9 Balikpapan. Dari ketiga sekolah itu, hasilnya sama yakni tidak diterima.

Baca juga: Harga Gula Merah dan Tepung Kanji Kemasan di Balikpapan Meroket Tinggi

“Kalau di Samarinda saya bisa terima, dengan alasan tidak memiliki KK domisili terbaru, tapi kalau di Balikpapan tidak bisa lagi, saya hanya pasrah,” kata Firman saat jumpa wartawan Tribunkaltim.co, Senin (4/7/2022).

“Jadi kalau tahun ini tidak diterima lagi anak saya Paulin, bakal dua tahun tidak sekolah, kasihan dia,” keluhnya.

Firman mengatakan alasan dia lebih memilih mendaftar di sekolah negeri, karena adanya keterbatasan biaya bila harus mendaftar di sekolah swasta Balikpapan.

Baca juga: 50 Pramuwisata di Balikpapan Ikuti Sertifikasi di Balikpapan

“Saya hanya seorang pendeta saja, saya tidak mampu mendaftarkan mereka ke sekolah swasta. Maka dari itu saya sangat berusaha sekali mendaftarkan mereka ke sekolah negeri,” ujar Firman.

Selain itu, Firman sudah berusaha mencoba menanyakan permasalahan ini ke Ketua Panitia PPDB di SMAN 9 Balikpapan. Namun, mereka mengatakan hal ini bukan kewenangan mereka karena semua sudah diatur oleh server sistem.

Baca juga: Rumah Produksi Ray and Co Fasilitasi Seniman Balikpapan Tampilkan Karya

“Saya cukup kecewa, yang seharusnya sekolah bisa lebih mudah tetapi malah dipersulit, anak saya juga semangatnya jadi menurun karena hal ini,” ungkapnya.

Firman berharap pemerintah dapat lebih empati terhadap masalah yang ia alami, serta dapat memberikan solusi terhadap masalah ini. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS


Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved