Berita Balikpapan Terkini
Lagu Sang Pendosa, Representasi dari Kegelisahan Masyarakat di Negeri Wakanda
Mengawali karirnya, Truppen Rowdy Merilis singel perdananya berjudul Sang Pendosa
Penulis: Ardiana | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Mengawali karirnya, Truppen Rowdy merilis singel perdananya berjudul Sang Pendosa.
Lagu ini menggambarkan ketidakadilan yang dilakukan oleh beberapa oknum di negara ini.
Hal ini disampaikan langsung oleh Gitaris dari Truppen Rowdy, Andri. Ia mengatakan lirik lagu ini menceritakan tentang oknum yang melakukan dosa hingga merugikan rakyat.
"Karena kita nyebut sang pendosa itu orang yang banyak melakukan hal-hal yang sebetulnya dilarang. Dan ini lebih kubayangin merugikan orang banyak.
Bisa kita liat sekarang di negeri wakanda itu kan banyak lah mereka yang korup, yang mengumbar janji segala macem, terus mengeksploitasi sumber daya alam dan manusia. Dan itukan tindakan yang sangat berdosa.
Baca juga: Seminggu Hilang, Seorang Freelance Orkes Musik di Samarinda Ditemukan Tewas di Kamar Kosnya
Baca juga: Daftar Lagu & Film Bob Tutupoly yang Meninggal Hari Ini, Pernah Menang Anugerah Musik Indonesia
Baca juga: Truppen Rowdy, Musisi Fun Namun Berisik Tentang Keresahan Negeri
Karena merugikan rakyat nya itu sendiri. Rakyat Wakanda loh ya hahaha. Itu hasil obrolan saya sama Gafur, jadilah lirik nya sang pendosa itu," ucapnya bercanda.
Sebagai orang yang menciptakan liriknya, Gafur (Vokal) mengatakan lagu tersebut adalah kekecewaannya pada orang-orang yang berjanji akan mensejahterakan masyarakat, yang kemudian mengingkari janjinya sendiri. Keresehannya tersebut dia rasakan ketika turun kejalan memprotes dan meminta keadilan.
"Keingat kejadian yang dulu. Kita turun kejalan nagih-nagih janji. Padahal mereka sudah disumpah dibawah Alquran, mereka masih bisa ngelanggar itu semua.
Yang katanya 5 tahun lagi Indonesia mau begini, apa segala macam. Kita kan kebawa sama janji-janjinya mereka, eh ternyata kayak gini. Serasa dipersulit aja sih. Makanya timbullah lagu sang pendosa tadi. Jadi keresahan pribadi pas turun kejalan," ujar Gafur.
Kekecewaan tersebutlah yang membuat lirik lagu dari Sang Pendosa mengandung kata-kata yang frontal dan bukan lagi menggunakan satire.
"Makanya liriknya disitu lebih frontal. Karena lagi malas pakai kata2 yg satire. Jadi pengen yang langsung frontal aja. Lebih lugas bahasanya," tambah Gafur.
Lagu yang bergenre metal core tersebut dibuat dari 2 tahun yang lalu pada Januari 2020. Dan baru saja dirilis 4 Juli kemarin.
Menjadi kebetulan yang unik, Lagu yang awalnya ingin dirilis pada akhir Juni ini diundur karena beberapa hal. Sehingga waktu perilisannya bertepatang dengan Hari Kemerdekaan Amerika Serikat, 4 Juli.
Baca juga: Sejarah Nasida Ria, Grup Musik Kasidah Melegenda, Tak Hanya Religi, Juga Lagu Kritik
"Jadi juga diluar rencana. Waktu submit di platform digital, ternyata selain kena konten eksplisit karena lirik, ada beberapa teknislah. Jadi akhirnya mundur di 4 Juli. Rencananya sih di akhir Juni. Tapi mundur dan ternyata kebetulan pas di kemerdekaan Amerika. Ya kebetulan aja," tutur Andri.
Kedepannya, Truppen Rowdy akan merilis Music Video dari singel pertamanya yang diumumkan dalam sepekan.
"Music video kita dalam proses. Dalam waktu dekat mungkin satu atau dua Minggu ini udh kita announce," kata Andri. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Personil-Truppen-Rowdy-yang-berisikan-3-orang-Andrianto-Gafur-dan-Andi09.jpg)