Virus Corona

Update Corona Hari Ini, Muncul Lagi Varian Baru Omicron, Perlukah Semua Vaksin Ulang? Cek Ulasannya

Update Corona hari ini, muncul lagi Varian Baru Omicron BA.2.75, perlukah semua masyarakat vaksin ulang?

Editor: Doan Pardede
NATIONAL INSTITUTE OF INFECTIOUS DISEASES/VIA KYODO/JAPAN TIMES
Varian omicron dari coronavirus seperti hasil pengamatan dari mikroskop. 

Varian mutasi virus corona itu mula-mula muncul di kota Manaus, ibu kota negara bagian Amazona di Brazil, di mana pada tahun lalu sekitar 75 persen penduduknya terinfeksi Covid-19.

Teorinya, akan terbentuk herd immunity di kalangan warga, dan jumlah kasus akan turun.

Tapi realitanya jumlah kasus baru infeksi corona malahan naik lagi dengan cepat.

Ini bisa disimpulkan, jawaban antibodi tubuh dari orang yang sudah sembuh dari infeksi SARS CoV-2 atau yang mendapat vaksinasi, tidak lagi ampuh, karena varian baru P1 bisa menipu reaksi antibodi.

Ini disebut "Immune-Escape-Mutation" pada spike-protein, yang membuat sejumlah antibodi tidak bisa lagi mengikat dan menetralkan virusnya.

Sebagian virus lolos dari serangan antibodi.

Dengan kata lain, tidak menutup kemungkinan infeksi ulang Covid-19 pada orang yang sembuh atau mendapat vaksinasi.

Banyak mutasi lokal Sekarang, setelah makin banyak dan makin intensif dilakukan sequencing kasus Covid-19, juga akan makin banyak ditemukan mutasi virus corona.

Namun, ini tidak berarti mutasi virus makin ganas dan berbahaya.

Misalnya kasus pecahnya kasus infeksi corona di Rumah Sakit Garmisch-Partenkirchen, Jerman yang dipicu varian baru vrus corona yang mengalami mutasi.

Penelusuran menemukan, mutasi virus corona di Jerman hanya terjadi parsial, dan ini mutasi lokal bukan varian Inggris atau Afrika Selatan.

Kini sampelnya sedang dianalisis di rumah sakit Charité Berlin.

Sementara di kawasan Los Angeles muncul varian virus corona baru L452R, yang sudah dideteksi sejak bulan Maret 2020 muncul di Denmark.

Apakah mutasi virus membahayakan keampuhan vaksin?

Berbagai varian mutasi virus corona yang muncul di berbagai lokasi itu, membuat para pakar kesehatan mencemaskan, vaksin corona bisa saja kehilangan keampuhannya.

Sejauh ini memang belum diteliti secara mendalam, bagaimana keampuhan vaksin corona terbaru yang dikembangkan dari mRNA dalam kasus mutasi virus.

Posisi aktual menunjukkan, vaksin buatan BioNTech/Pfizer dan Moderna juga ampuh melawan varian virus mutasi B 117 dari Inggris.

Vaksin mRNA itu tetap mampu menangkap "spike-protein" virus yang bersangkutan.

Namun, sejauh mana vaksin yang saat ini sudah ada masih ampuh menghadapi varian mutasi virus corona lainnya, harus ditunjukkan dengan riset lebih lanjut.

Jika virus corona suatu saat nanti mengalami mutasi ekstrem, hingga antibodi yang dipicu vaksin tidak mampu lagi menetralisirnya, maka vaksin harus disesuaikan lagi.

BioNTech-Pfizer menyatakan, update semacam itu pada vaksin mRNA secara prinsip tidak terlalu sulit.

Kode genetika virus yang terkandung dalam vaksin, dapat diganti relatif mudah dalam hitungan beberapa minggu.

Yang jadi masalah adalah uji coba dan regulasi perizinannya. Selain itu, produksi dan logistik serta pendistribusian vaksinbaru yang disesuaikan akan memakan waktu, seperti pengalaman saat ini.

Padahal pusat vaksinasi di berbagai negara, sekarang ini sangat menantikan datangnya vaksin untuk mengerem pandemi secepatnya.(*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 

 

Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved