Berita Penajam Terkini
Masukan dari Sekolah di Penajam Paser Utara, Hetifah akan Libatkan dalam Perumusan Kebijakan
Menanggapi banyaknya keluhan pihak sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mengenai kekurangan sarana dan prasarana sekolah
Penulis: Nita Rahayu | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Menanggapi banyaknya keluhan pihak sekolah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), mengenai kekurangan sarana dan prasarana sekolah, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengaku hal itu sangat memprihatinkan.
Hal itu sebab, PPU merupakan daerah Ibu Kota Negara atau IKN Nusantara, dimana kualitas Sumber Daya Manusianya (SDM) harus segera ditingkatkan.
"Memperihatinkan sekali, kita mau bicara soal IKN Nusantara dan daerah diseputarannya, tapi dari sisi SDM dan infrastrukur dimana sumber daya manusia itu diasah dan dicetak ternyata masih sangat minimal," ungkapnya Selasa (19/7/2022).
Beberapa keluhan sekolah dikatakan Hetifah, mulai dari meja dan kursi yang masih kurang, bangunan yang hampir runtuh, serta akses jalan masuk sekolah yang masih rusak.
Baca juga: Walikota Andi Harun Inginkan IKN Nusantara Beri Pengaruh ke Samarinda Kota Penyangga
Baca juga: PUPR Belum Pengalaman Buat Kota, Gandeng Jepang untuk Bangun IKN Nusantara
Baca juga: AMSI dan Apindo Kaltim Siap Kerja Sama Program Peningkatan SDM Menyambut IKN Nusantara
"Ada masih beberapa sekolah tadi yang mengeluh soal meja kursi atau bangunan yang hampir longsor, jalan masuknya yang becek, hal-hal itu sebetulnya tidak patut lagi ada di infrastrukur pendidikan kita," lanjutnya.
Menurutnya pula, pihaknya akan menyampaikan aspirasi sekolah di Penajam Paser Utara, bahkan akan membawa pemerintah pusat untuk melihat langsung kondisi pendidikan di Penajam Paser Utara.
Tujuannya, agar ketika merumuskan kebijakan baik program pendidikan maupun anggaran, bisa sesuai kebutuhan pendidikan di Benuo Taka.
"Harus membantu baik dari pemerintah pusat apalagi saya dari DPR RI akan mendesak kementerian khususnya Kemendikbud untuk lebih banyak memperhatikan," ujarnya.
Baca juga: Songsong Ibu Kota Negara Pindah, Penduduk Balikpapan Capai 200 Orang per Bulan
Dan dalam beberapa waktu ke depan dirjen khususnya vokasi akan mengumpulkan semua kepala sekolah untuk berdialog seperti ini.
"Untuk bisa merumuskan kebijakan yang lebih tepat di 2023," pungkasnya.
Sebelumya diberitakan, bahwa ada beberapa sekolah di PPU, yang bangunan gedungnya bocor dan terpaksa ditutup spanduk untuk mendukung kegiatan belajar mengajar, yakni SMP Negeri 5 Penajam Paser Utara.
Adapula bangunan sekolah yang tak memiliki atap dan tak kunjung diperbaiki pasca terkena angin puting beliung sejak beberapa waktu lalu. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/dengan-kepala-sekolah-di-ppu-pada-selasa.jpg)