Berita Balikpapan Terkini

Kilang Pertamina Internasional Berdayakan Ibu-Ibu Balikpapan, Program Petratonik Budidaya Ikan Lele

Pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu program yang terus dilaksanakan oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan.

Penulis: Niken Dwi Sitoningrum | Editor: Aris
HO
Kelompok pengembangan budidaya ikan lele, Petratonik lakukan pemananan lele pada Jumat (22/7/2022) kemarin. (HO) 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu program yang terus dilaksanakan oleh PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Unit Balikpapan.

Salah satu program yang dilaksanakan itu bernama Petratonik. Program ini dilaksanakan melalui budidaya ayam, ikan dan pertanian dengan memanfaatkan lalat Black Soldier Fly (BSF).

Salah satu kegiatan yang mulai menunjukkan hasil adalah pengembangan budidaya ikan lele. Hal ini ditandai dengan pemanenan lele yang dilaksanakan kelompok pada Jumat, (22/07/2022) kemarin.

"Hari ini kami melakukan pemanenan lele dengan cara memilah dan mensortir sesuai dengan permintaan konsumen. Pada periode ini kami telah memanen sebanyak 375,5 kg," ujar Heni anggota kelompok Petratonik dalam siaran pers yang diterima Tribunkaltim.co, Sabtu (23/7/2022).

Baca juga: SSSTikTok untuk Convert MP3 MP4 Video TikTok tanpa Watermark, Gratis! Simak Caranya

Sejumlah Ibu-Ibu yang tergabung dalam kelompok Petratonik ini awalnya adalah para ibu tangga.

Selanjutnya, mereka mengisi waktu luangnya dengan bergabung dengan kelompok Petratonik.

Sejumlah kegiatan dilakukan mulai dengan memilah dan mencacah sampah organik, membiakkan BSF, mensortir maggot, memberi makan ayam serta memberi makan lele.

"Lele ini kami jual kepada pengepul seharga 20 per kg. Biasanya mereka ngambilnya sekalian, jadi tidak dipilih-pilih lagi. Ada juga yang mengambil sedikit-sedikit. Bahkan ada juga yang minta sekalian dibersihkan. Pembeli akan dikenakan biaya membersihkan sehingga per kg bisa dijual seharga Rp 28 ribu," kata Heni

Baca juga: Jadwal dan Lokasi Vaksin Booster di Balikpapan Hari Ini, Sabtu 23 Juli 2022

Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR KPI Unit Balikpapan Ely Chandra Peranginangin menyampaikan bahwa program yang dijalankan tersebut memerlukan ketekunan dan kesabaran.

"Program pemberdayaan masyarakat memang memerlukan tahapan-tahapan untuk menjadi mandiri. Kelompok Petratonik ini pun mengalami proses pasang surut," kata Chandra.

Untuk itu, dia mengharapkan keberhasilan-keberhasilan yang diperoleh menjadi pendorong semangat bagi kelompok.

Baca juga: Cuaca Balikpapan Sabtu 23 Juli 2022, Siang dan Tengah Malam akan Cerah Berawan

"Untuk menuju kemandirian tentu ada tahapan-tahapannya. Semoga apa yang dilakukan hari ini menjadi salah satu tahapan menuju kemandirian," harapnya.

Sebagai informasi, BSF merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi sampah organik yang ada di masyarakat.

BSF mampu menjadi biokonversi sampah organik menjadi pupuk.

Baca juga: IKA Unhas Gelar Bisnis Forum di Balikpapan Terkait Pembangunan IKN

Sebelum sampai pada fase lalat, BSF pada fase maggot dapat dipergunakan langsung sebagai pakai ayam maupun pakan lele.

"Proses menuju kemandirian tentunya memerlukan waktu. Program terintegrasi ini pada akhirnya nanti kami harapkan dapat meningkatkan pendapatan kelompok. Dan semoga prosesnya dapat berjalan dengan baik," tutup Chandra. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

 

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved