Selasa, 21 April 2026

Video Viral

Siap-Siap, Tanda Kenaikan Harga BBM dan Listrik Makin Nyata, Sinyal dari Kemenkeu

Siap-siap, tanda kenaikan harga BBM dan listrik makin nyata, sinyal dari Kemenkeu

Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Robin Ono Saputra

TRIBUNKALTIM.CO - Tanda kenaikan harga BBM dan listrik makin nyata, simak sinyal yang keluar dari Kemenkeu.

Dilansir dari Kompas.com,  Direktur Penyusunan APBN Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan atau Kemenkeu, Rofyanto Kurniawan menilai subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Listrik dinilai tidak efisien dalam kaitannya dengan prioritas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Ini perlu menjadi kesadaran kita bersama, bahwa subsidi itu enggak efisien, seperti subsidi BBM, subsidi listrik itu tidak efisien.

Jadi memang secara bertahap dan berangsur-angsur harus kita kembalikan ke harga keekonomiannya,” kata Rofyanto dalam acara Konsultasi Publik RUU APBN 2023 secara virtual, Senin (25/7/2022).

Rofyanto menilai, efisiensi ini harus dipercepat, dan belanja produktif harus didorong.

Baca juga: Stok BBM di Kutai Barat Membaik, Pertamina Tambah Kuota Penyaluran BBM di SPBU

Selain mengembalikan tarif listrik dan harga BBM ke harga keekonomian, ia juga menilai penyerapan belanja perlu diefisienkan.

Seperti perjalanan dinas, rapat-rapat secara fisik, sehingga bisa mendorong belanja produktif.

Menurut dia, subsidi hanya untuk masyarakat miskin, sementara untuk kalangan menengah keatas dinilai mampu, sehingga subsidi tidak perlu diberikan.

“Supaya belanja bisa produktif, subsidi itu hanya untuk rakyat miskin, dan rakyat yang membutuhkan. Yang mampu, seperti menengah keatas enggak perlu mendapatkan subsidi,” jelasnya.

Pengurangan subsidi juga seiring dengan kondisi ekonomi Indonesia yang mulai pulih dari dampak Covid-19.

Baca juga: Pengendara Motor Harus Turun saat Mengisi BBM di SPBU, Ternyata Ini Loh Alasannya

Hal ini terbukti dari upaya Indonesia yang mampu menekan kasus Covid-19, dan menggeliatkan ekonomi.

Di samping itu, inflasi Indonesia yang jauh lebih baik dibandingkan negara-negara lain.

Namun tidak bisa dipungkiri, inflasi yang terjadi secara global mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia di atas 100 dollar AS per barrel juga akan berdampak kepada harga BBM tanah air.

“Sekarang belum perlu menaiikan harga BBM, seperti solar dan pertalite ya. Kalau harga pertamax kan sudah di adjustment, tapi itupun belum mencapai harga keekonomian. Dengan upaya itu juga inflasi terjaga, dan itu merupakan bagian dari upaya pemerintah mejalankan fungsi stabilisasi,” terangnya.

Baca juga: Andai Mobil Listrik Marak di Indonesia, Beban Subsidi BBM Bisa Berkurang

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, tingginya harga minyak dunia membuat subsidi energi pada bulan Maret 2022 kembali bengkak.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved