Menuju Ketahanan Energi dan Pangan, PKT Sasar Potensi EBT hingga Program Strategis Pertanian
Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional mengunjungi PKT. Hal ini dalam rangka menggali potensi ketahanan energi dan pangan.
Berdasarkan evaluasi, PLTS atap ini menghasilkan total produksi energi sebesar 134.814,65 Kilowatt Hour (kWh) pada Januari 2022 dan 138.693,50 kWh pada Februari.
Jumlah produksi energi tersebut mampu menekan buangan gas limbah (CO2 Avoided) mencapai 65,88 ton dalam dua bulan terakhir, serta penghematan penggunaan batubara (Standard Coal Saved) untuk pembangkit diesel sebesar 55,48 ton dalam satu bulan.
"Ini langkah awal PKT mengembangkan energi hijau dan terbarukan, untuk mengurangi penggunaan energi fosil. Sekaligus dukungan bagi Pemerintah dalam mencapai target NDC tahun 2030 serta Net Zero Emission di tahun 2060," lanjut Indardi.
Baca juga: Dorong Malahing Jadi Destinasi Wisata Unggulan, PKT Perkuat Kapasitas Pokdarwis Tanjung Laut Indah
Sementara terkait ketahanan pangan, PKT terus memperluas pengembangan Program Makmur sebagai langkah strategis dalam mendorong produktivitas hasil pertanian dan kesejahteraan petani di Indonesia.
Di samping, turut menggali potensi komoditas unggulan alternatif, yang mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi para petani.
Manfaat yang diterima petani pada program Makmur yakni ketersediaan agri input seperti benih, pupuk dan pestisida, jaminan asuransi, akses permodalan, penerapan teknologi pertanian, hingga pendampingan langsung oleh PKT dan pemerintah daerah.
Termasuk jaminan penjualan hasil panen kepada offtaker yang telah ditunjuk secara berkelanjutan.
"Program Makmur dikembangkan untuk menciptakan ekosistem pertanian yang kondusif, serta mendukung petani mencapai produktivitas secara optimal," tutur Indardi.
Baca juga: Realisasikan Komitmen Pemberdayaan Masyarakat, PKT Segera Buka Pujasera Pos 7 Loktuan
Sejauh ini program Makmur telah dilaksanakan PKT di berbagai daerah tanggung jawab perusahaan pada beragam komoditas, seperti padi, jagung, kentang, semangka hingga tanaman hortikultura lainnya.
Dari total target 60.000 hektare pada tahun 2022, PKT telah merealisasikan lebih dari 47.000 hektare dengan akuisisi petani diatas 23.000 orang dari target 25.000 petani.
"Cakupan program tersebar di wilayah pengembangan yang dimandatkan kepada PKT, yakni Sulawesi, Jawa, Kalimantan, NTB, NTT dan Papua Barat," pungkas Indardi. (*)
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.