Yuk, Kenali Penyebab Kanker Serviks dan Cara Pencegahannya
Kenali berbagai penyebab dan gejala hingga cara pencegahan penyakit kanker serviks.
Jika stadium dini masih bisa dilakukan operasi dengan atau tanpa radiasi.
Tapi bila sudah dalam stadium lanjut, umumnya tidak dapat dilakukan operasi lagi, maka dilakukan radiasi dan kemoterapi.
Radiasi bertujuan untuk membunuh sel kanker sebanyak-banyaknya dan seminimal mungkin mengenai jaringan sehat.
Jenis radiasi untuk kanker serviks meliputi radiasi eksterna (sinar luar) dan brakiterapi atau yang disebut sinar dalam.
Radiasi eksternal menggunakan alat khusus, di mana sumber radiasi terletak di luar tubuh dan berjarak tertentu dari tubuh pasien.
Mempunyai energi yang tinggi untuk membunuh sel kanker yang dapat mencakup tumor primer dan kelenjar getah bening di sekitarnya.
Teknik radiasi mulai dari yang sederhana (konvensional) sampai tiga dimensi (3DCRT) dan Intensity Modulated Radioteraphy (IMRT).
Teknik ini semua ada di RS Adi Husada Cancer Center (AHCC).
Sementara Brakiterapi merupakan teknik radiasi yang berbeda dengan radiasi eksterna.
Sumber radiasi diletakkan di dalam atau didekatkan pada target sehingga memberikan dosis yang sangat tinggi dan seminimal mungkin pada jaringan sehat di sekitarnya.
Radiasi eksterna diberikan sebanyak 25-35 kali, setiap hari, kecuali sabtu minggu, selama 5-7 minggu.
Jika dilakukan sinar dalam, dapat diberikan 2-3 kali setiap 1 minggu sekali.
Baca juga: Siapa Bilang Rokok Elektrik Lebih Aman? Kemenkes Beber Picu Sakit Jantung, Kanker
POLA HIDUP PREVENTIF
Kanker serviks dapat dicegah dengan melakukan pola hidup sehat, tidak merokok, dan melakukan hubungan seks aman.
Selain upaya mencegah terjangkit kanker serviks, pola hidup sehat juga akan menghindarkan kita dari berbagai jenis kanker lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/RS-Adi-Husada-Cancer-Center-menyediakan-teknik-radiasi.jpg)