Minggu, 19 April 2026

Berita Ekbis Terkini

Amerika Serikat Secara Teknis Resesi, Survei Daftar Negara Terancam Resesi, Ada China dan Indonesia

Secara teknis Amerika Serikat sudah resesi. Simak hasil survei terbaru daftar negara yang terancam resesi. Ada China dan Indonesia

Editor: Amalia Husnul A
Freepik
Ilustrasi. Secara teknis Amerika Serikat sudah resesi. Simak hasil survei terbaru daftar negara yang terancam resesi. Ada China dan Indonesia 

TRIBUNKALTIM.CO - Ancaman resesi global tengah mengancam, bahkan Amerika Serikat disebut sudah masuk resesi.

Meski Amerika Serikat membantah negaranya masuk resesi.

Dari hasil survei terbaru, berikut daftar negara yang terancam resesi, di mana China dan Indonesia juga masuk dalam daftar tersebut.

Secara teknis, Amerika Serikat (AS) disebut masuk jurang resesi setelah dua kuartal berturut-turut mengalami kontraksi.

Pernyataan ini disampaikan Menteri Keuangan ( Menkeu ) Sri Mulyani dalam Dies Natalis ke-7 PKN STAN, Jumat (29/7/2022) lalu. 

Dalam kesempatan tersebut, Menkeu Sri Mulyani membahas sejumlah faktor eksternal yang dapat mempengaruhi ekonomi Indonesia.

Menkeu Sri Mulyani mengatakan, "Pagi ini membaca (berita) AS negatif growth di kuartal II, technically masuk resesi," ujar Sri Mulyani.

Diketahui seperti dilansir dari pemberitaan, pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal II-2022 tercatat minus 0,9 persen.

Baca juga: NEWS VIDEO Ekonomi Rusia Diperkirakan Jatuh ke Jurang Resesi Akibat Perang

Catatan ini elanjutkan kontraksi pada kuartal I-2022 sebesar minus 1,6 persen.

Dengan demikian secara umum, definisi resesi memang mengalami penurunan perekonomian selama dua kuartal berturut-turut.

Namun, pihak Amerika Serikat membantah definisi resmi tersebut;

Dikutip TribunKaltim.co dari kompas.com, Menteri Keuangan AS Jannet Yellen bersikeras menyatakan perekonomian AS belum mengalami resesi, meski sudah dua kuartal mengalami kontraksi.

Ia menyebut, ekonomi AS berada dalam keadaan transisi, bukan resesi.

Menurutnya, definisi resesi adalah pelemahan ekonomi yang luas yakni mencakup PHK besar-besaran, penutupan bisnis, pelemahan daya beli rumah tangga, dan perlambatan aktivitas sektor swasta.

“Bukan itu yang kita lihat sekarang. Ketika anda melihat ekonomi (saat ini), penciptaan lapangan kerja terus berlanjut, keuangan rumah tangga tetap kuat, belanja konsumen, dan bisnis tetap tumbuh,” kata dia seperti dikutip dari CNBC, Jumat (29/7/2022).

Meski demikian, AS saat ini tetap menghadapi hambatan ekonomi yang lebih besar, yakni lonjakan inflasi mencapai 9,1 persen pada Juni 2022.

Baca juga: Resesi yang Dialami Indonesia Lebih Baik, Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Terbaik di Bawah Tiongkok

Hambatan menunjukkan perekonomian yang gagal kembali ke zona positif.

Yellen mengatakan saat ini pihaknya tengah fokus menekan inflasi yang menyebabkan lonjakan harga.

Pihaknya akan berupaya untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang stabil.

“Kami tahu ada tantangan di depan kami. Pertumbuhan melambat secara global.

Inflasi tetap sangat tinggi, dan merupakan prioritas utama pemerintahan ini untuk menurunkannya,” kata Yellen.

Adapun Biro Riset Ekonomi Nasional menjadi lembaga yang secara resmi menyatakan resesi ekonomi AS, yang biasanya terjadi setelah berbulan-bulan penelitian dan perdebatan.

Lembaga tersebut tidak menggunakan definisi resesi yang diterima secara umum, sebaliknya mendefinisikan resesi sebagai penurunan signifikan dalam kegiatan ekonomi yang tersebar di seluruh perekonomian dan berlangsung lebih dari beberapa bulan.

Resesi di Asia Pasifik

Sementara itu, risiko resesi di beberapa negara Asia Pasifik diprediksi meningkat, karena kenaikan harga telah mendorong bank-bank sentral untuk mempercepat laju kenaikan suku bunga mereka.

Baca juga: Indonesia Resesi, 5 Dampak Serius Bagi Masyarakat Ekonomi Menengah ke Bawah, Kemiskinan Meningkat

Bloomberg merilis daftar 15 negara Asia Pasifik yang terancam resesi ekonomi, berdasarkan survei terbaru terhadap para ekonom.

Dikutip TribunKaltim.co dari Tribunnews.com di artikel berjudul Daftar 15 Negara yang Terancam Resesi, Indonesia di Urutan 14, Indonesia masuk ke dalam daftar negara yang terancam resesi tersebut.

Lantas bagaimana dengan negara-negara lainnya?

Sri Lanka, yang saat ini sedang menghadapi krisis ekonomi terburuk yang pernah ada, memiliki peluang jatuh ke jurang resesi sebesar 85 persen, menjadi negara dengan peluang tertinggi di kawasan Asia Pasifik.

Urutan selanjutnya ada Selandia Baru dengan peluang sebesar 33 persen, disusul Korea Selatan dan Jepang yang masing-masing memiliki peluang 25 persen.

China, negara dengan ekonomi terbesar di Asia, diprediksi terancam resesi dengan peluang 20 persen, kemudian Hong Kong berada di belakang Beijing dengan peluang yang sama.

Para ekonom menaikkan ekspektasi mereka untuk peluang resesi di Taiwan, Australia dan Filipina, dengan masing-masing sebesar 20 persen, 20 persen dan 8 persen.

Naiknya ekspektasi ini terjadi setelah bank-bank sentral di negara-negara tersebut menaikkan suku bunga untuk mengekang inflasi yang melonjak.

Ekonomi negara-negara Asia sebagian besar mampu bertahan dibandingkan dengan Eropa dan Amerika Serikat (AS).

Menurut kepala ekonom Asia Pasifik di Moody's Analytic Inc, Steven Cochrane, secara umum risiko resesi Asia berada di kisaran 20 sampai 25 persen, sementara AS 40 persen, dan Eropa memiliki risiko jatuh ke dalam resesi antara 50 hingga 55 persen.

Kepala Kantor Staf Kepresidenan RI, Moeldoko saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (25/7/2022) lalu mengatakan, ekonomi Indonesia lebih baik dibandingkan dengan negara lain, meski masuk ke dalam daftar 15 negara yang terancam resesi.

"Alhamdulillah kita masih peringkat 14 dari 15. Kita berisiko tiga persen.

Saya ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa kondisi lingkungan global memang tidak dalam kondisi yang baik dan kondisi perekonomian nasional kita relatif baik," kata Moeldoko, yang dikutip dari Indonesia Expat.

Negara-negara di berbagai belahan dunia menghadapi tantangan inflasi akibat adanya perang di Ukraina, yang mendorong kelangkaan dan kenaikan harga barang.

Berikut ini daftar 15 negara di Asia-Pasifik yang diprediksi terancam resesi menurut survei Bloomberg :

1. Sri Lanka 85 persen

2. Selandia Baru 33 persen

3. Korea Selatan 25 persen

4. Jepang 25 persen

5. China 20 persen

6. Hong Kong 20 persen

7. Australia 20 persen

8. Taiwan 20 persen

9. Pakistan 20 persen

10. Malaysia 13 persen

11. Vietnam 10 persen

12. Thailand 10 persen

13. Filipina 8 persen

14. Indonesia 3 persen

15. India 0 persen

Baca juga: Indonesia Resmi Masuk Resesi Ekonomi, Begini Tanggapan Tiga Perusahaan Otomotif Terbesar

(*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved