Berita Nasional Terkini

Potensi Tsunami 10 Meter di Cilacap, BMKG Lakukan Simulasi Landaian dan Minta Masyarakat Tenang

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) meminta masyarakat tetap tenang terkait potensi tsunami setinggi 10 meter di Cilacap, Jawa Tengah.

theatlantic.com
ILUSTRASI - Tsunami yang terjadi di Jepang beberapa tahun yang lalu. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) meminta masyarakat tetap tenang terkait potensi tsunami setinggi 10 meter di Cilacap, Jawa Tengah. 

TRIBUNKALTIM.CO - Adanya potensi tsunami 10 meter di Cilacap, Jawa Tengah BMKG melakukan simulasi landaian dan meminta masyarakat tetap tenang.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat waspada terhadap potensi tsunami setinggi 10 meter di pesisir Cilacap, Jawa Tengah.

Soal potensi tsunami 10 meter ini, BMKG meminta masyarakat tetap tenang terkait potensi tsunami setinggi 10 meter di Cilacap, Jawa Tengah.

Baca juga: Profil AKP Zarma Putra, Pernah Jadi Korban Tsunami Aceh hingga Jago Nembak

Baca juga: Agar Selamat! Kenali Tanda-tanda Tsunami dan Cara Menyelamatkan Diri

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara Setyoajie Prayoedhie mengatakan, BMKG melakukan monitoring aktivitas gempa bumi dan tsunami di Indonesia setiap saat.

BMKG juga selalu menyampaikan informasi tersebut menggunakan berbagai moda komunikasi kepada stakeholder sesuai protokol yang berlaku.

"Kepada masyarakat pesisir selatan Jawa khususnya Kabupaten Cilacap diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya," kata Ajie melalui keterangan tertulis yang dikutip, Selasa (2/8/2022).

Ajie menjelaskan, Cilacap merupakan salah satu wilayah di Jawa Tengah yang rawan bencana gempabumi dan tsunami.

Secara geotektonik, terdapat zona subduksi, yaitu daerah pertemuan lempeng Indo-Australia yang masuk menyusup ke bawah lempeng Eurasia di utara.

"Akibat dari aktivitas di zona subduksi ini, berdasarkan kajian saintifik, ada tiga segmen zona megathrust di selatan Pulau Jawa yang menyimpan akumulasi energi gempabumi terpicu bisa mencapai magnitudo 8,7," jelas Ajie.

Baca juga: INFO Gempa Hari Ini: Kepulauan Yapen Papua Diguncang Gempa Magnitudo 5,8 Tidak Berpotensi Tsunami

Meski demikian, lanjut Ajie, gempabumi dan tsunami adalah peristiwa alam yang hingga saat ini belum dapat diprediksi kapan terjadinya.

"Potensi gempabumi dengan magnitudo 8,7 (di selatan Cilacap) bukanlah prediksi, sehingga kapan terjadinya tidak ada yang tahu," ujar Ajie seperti dilansir dari Kompas.com.

Menurut Ajie seluruh pihak masih memiliki waktu untuk menyiapkan diri dan menata mitigasi bencana sebaik mungkin.

Logo BMKG
Logo BMKG (BMKG)

"Upaya pengurangan risiko bencana melalui tahapan mitigasi yang tepat harus dilakukan sedini mungkin dan bersifat pentahelix agar kita dapat mengantisipasi segala dampak yang mungkin terjadi menuju target keselamatan infrastruktur dan minim korban jiwa (zero victim) di daerah terdampak," kata Ajie.

Untuk mengidentifikasi dampak dari kemungkinan terjadinya gempabumi dengan magnitudo 8,7 di pesisir selatan Jawa, maka BMKG melakukan simulasi potensi landaian gelombang tsunami di Kabupaten Cilacap melalui pemodelan numerik berdasarkan skenario terburuk.

Baca juga: Gunung Anak Krakatau Erupsi, BMKG Peringatan Tsunami Malam Hari di Selat Sunda

Baca juga: Status Gunung Anak Krakatau Siaga, BMKG Minta Warga Waspada Tsunami Terutama di Malam Hari

Tujuan dari pemodelan tsunami ini adalah sebagai acuan mitigasi konkret untuk pengurangan resiko bencana serta membantu pemerintah daerah memetakan tahapan mitigasi yang diperlukan sebagai upaya pengurangan resiko bencana gempabumi dan tsunami," ujar Ajie.

Diberitakan sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat waspada terhadap potensi tsunami setinggi 10 meter di pesisir Cilacap, Jawa Tengah.

Hal itu disampaikan Kepala BMKG Dwikorita Karnawati usai membuka sekolah lapang gempabumi (SLG) yang digelar BMKG Stasiun Geofisika Banjarnegara di Cilacap, Rabu (27/7/2022). (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved