Berita Penajam Terkini

Kuota MBR untuk Masyarakat PPU Turun dari 3 Ribu Menjadi 734 Sambungan Rumah

Kuota untuk sambungan air bersih bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kabupaten Penajam Paser Utara turun dari 3.000 SR jadi 734 SR saja.

Penulis: Nita Rahayu | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU
Direktur Perumda Air Minum Danum Taka PPU, Abdul Rasyid sebut kuota MBR berkurang dari 3 ribu SR jadi 734 SR Saja. (TRIBUNKALTIM.CO/NITA RAHAYU) 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Kuota untuk Program sambungan air bersih bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) turun dari 3.000 Sambungan Rumah (SR), menjadi 734 SR saja.

Hal tersebut seperti dikemukakan Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka Abdul Rasyid kepada TribunKaltim.co.

Ia menyampaikan, bahwa penurunan jumlah sambungan tersebut ditengarai pemerintah daerah tidak dapat menyelesaikan kewajiban mengaktifasi jaringan perpipaan sepanjang 120 Kilometer (Km) padahal hal itu telah disanggupi pada 2021 lalu.

Baca juga: Update Covid-19 Penajam Paser Utara, Rabu 10 Agustus 2022, Tambahan Satu Pasien Positif

Ketidaksanggupan pemerintah daerah mengaktifkan jaringan ratusan kilometer itu, lantaran anggaran daerah tengah dilanda defisit.

"Sisanya tertunda karena jaringan perpipaan yang harusnya diaktifkan oleh pemerintah diakhir tahun 2021 tidak dilaksanakan karena adanya defisit anggaran," ungkapnya Rabu (10/8/2022).

743 sambungan itu, akhirnya disetujui bupati PPU dengan menggunakan anggaran yang tersisa untuk membiayai program tersebut.

Baca juga: Cuaca Penajam Paser Utara Hari Ini, 10 Agustus 2022, Cenderung Berawan dan Berpotensi Hujan

Diungkapkan Abdul Rasyid dengan dijalankannya program itu, PPU berpotensi mendapatkan kucuran anggaran berupa dana insentif dari Kemeterian Keuangan sebesar Rp3 hingga 4 miliar tahun 2022 ini.

"Ada potensi nanti pemda menerima Insentif dari Kementerian Keuangan sekitar Rp3 sampai 4 miliar tahun ini dengan catatan 743 itu jalan," sambungnya.

Penerima program MBR tersebut hanya untuk tiga kecamatan yakni Babulu, Waru dan Kecamatan Sepaku.

Baca juga: Dinilai Cukup Besar, Hasil Perikanan Tangkap di Penajam Paser Utara Capai 8 Ribu Ton Pertahun

Untuk pemasangannya saat ini masih menunggu Surat Perintah Kerja (SPK) dari Kementerian PUPR, diperkirakan itu akan diterima akhir Agustus ini.

"Sekarang sudah tahap menunggu SPK dari Kementerian PUPR jadi mungkin akhir bulan ini ada turun SPK untuk tahun 2022, setelah itu baru kita pasangkan," pungkasnya. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved