HUT Kemerdekaan RI

Profil Dwivasari Putri, Pembawa Baki Bendera saat Upacara HUT RI di Kubar, Ingin Jadi Polwan

Upacara pengibaran bendera merah putih dalam rangka peringatan HUT ke-77 RI yang diselenggarakan di Alun-alun Itho Sendawar, Kabupaten Kutai Barat ber

Penulis: Zainul | Editor: Rahmad Taufiq
HO/TRIBUNKALTIM.CO
Dwivasari Putri, anggota Paskibraka pembawa baki bendera, dalam Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI yang digelar di lapangan Alun-alun Itho Sendawar, Kutai Barat.  

TRIBUNKALTIM.CO, SENDAWAR - Upacara pengibaran bendera merah putih dalam rangka peringatan HUT ke-77 RI yang diselenggarakan di Alun-alun Itho Sendawar, Kabupaten Kutai Barat berjalan lancar.

Hal tersebut tidak terlepas dari peran serta dan kekompakan para anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) yang dilatih oleh anggota TNI dari Kodim 0912/KBR bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga Kutai Barat. 

Dari sekian jumlah anggota Paskibraka tersebut, ada salah satu peserta yang mencuri perhatian para peserta upacara karena kepiawaiannya membawa baki bendera sang saka merah putih. 

Ya, dia adalah Dwivasari Putri. Gadis cantik berdarah Dayak kelahiran Sendawar 25 November 2004.  

Dwivasari bertindak sebagai pembawa baki yang menerima bendera merah putih dari Bupati Kutai Barat, FX Yapan untuk selanjutnya dikibarkan di lapangan Alun-alun Itho Sendawar. 

Baca juga: Peringatan HUT ke-77 RI di Kutai Barat,  FX Yapan Ajak Warga Gotong Royong Rawat Kemerdekaan 

Dwi mengaku sempat gugup dan ragu-ragu saat memasuki hari H pelaksanaan Upacara HUT RI.

Namun rasa gugup dan ragu-ragu tersebut bisa diatasi berkat arahan dan dukungan dari teman-temannya sesama anggota Paskibraka

"Bawa baki itu rasanya sangat ragu-ragu dan deg-degan tapi setelah menjalankan instruksi pelatih dan yakin bisa teratasi. Itu karena saya dan teman-teman latihan selama 21 hari di karantina," ujarnya saat diwawancarai usai kegiatan upacara, Rabu (17/8/2022).

Dwi mengaku sangat bangga menjadi anggota Paskibraka. Karena Paskibraka mengajarkan banyak hal yang belum tentu didapatkan dari bangku pendidikan.

"Mau masuk Paskib, itu adalah hal yang paling membanggakan bagi saya bagi keluarga terutama juga bagi bangsa. Masuk Paskib walaupun banyak sekali hal-hal yang menyakitkan tapi asyik. Masuk Paskib itu dilatih kedisiplinan jiwa korsa yang tinggi dan banyak memiliki pengalaman," katanya.

Pelajar yang masih duduk di bangku kelas XII IPA SMA Negeri 1 Damai, Kutai Barat ini juga bercita-cita ingin menjadi Polisi Wanita (Polwan).

Baca juga: Sosok Angelica Maria Cristina, Anggota Paskibraka Kubar yang Terinspirasi Jiwa Korsa Ayahnya

"Saya ke depannya bercita-cita ingin menjadi polisi, karena saya melihat di kepolisian itu banyak sekali hal-hal yang menurut saya hal-hal baru," ujarnya. 

Berikut profil lengkap gadis berparas ayu yang kini tinggal di Jengan Danum, Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat, Provinsi Kalimantan Timur. 

Biodata

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved