Berita Internasional Terkini
PLTN Terbesar Eropa Dikuasai Rusia, Ukraina, Jerman dan Polandia Siap Hadapi Tragedi Nuklir Terburuk
Rusia kuasai PLTN terbesar di Eropa, dampaknya bukan hanya Ukraina tetapi Jerman dan Polandia siap hadapi tragedi nuklir.
TRIBUNKALTIM.CO - Hampir bulan keenam invasi Rusia di Ukraina terjadi dan pergolakan kedua negara itu bahkan disinyalir akan merebak kepada peperangan nuklir.
Semenjak Rusia melakukan invasinya di Ukraina pada 24 Februari 2022, Putin sudah mewanti-wanti pada pasukannya untuk menduduki bahkan merebut PLTN di Ukraina, di mana PLTN yang direbut di Ukraina tersebut merupakan PLTN terbesar di Eropa.
Dan kekahwatiran kembali terjadi bukan hanya pada Ukraina tetapi negara tetangga seperti Jerman dan Polandia yang kini siap menghadapi tragedi nuklir terburuk.
Baca juga: UPDATE Rusia vs Ukraina di Kharkiv Tewaskan 6 Orang, China dan Rusia Latihan Militer Bersama
Hal itu terkuak ketika ketegangan antara Ukraina dan Rusia meningkat terkait pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia.
Bahkan ada kekhawatiran atas nasib pembangkit listrik yang terjebak di tengah konflik dan risiko yang bisa ditimbulkannya ke seluruh benua Eropa.
Sebagaimana dilansir dari newsweek, Pabrik Zaporizhzhia, di tenggara Ukraina di tepi Sungai Dnieper, telah menjadi sasaran beberapa serangan militer sejak akhir Juli.
Baca juga: PECAH PERANG Rusia vs Ukraina di Kharkiv Tewaskan 6 Orang, China dan Rusia Latihan Militer Bersama?
Dan baik Kyiv maupun Moskow saling menuduh pasukan masing-masing menembaki fasilitas tersebut.
Selama pengarahan pada Kamis (18/8/2022), kepala pasukan pertahanan radiasi, kimia dan biologi Rusia, Igor Kirillov mengatakan sistem pendukung cadangan Zaporizhzhia telah rusak akibat penembakan, diduga dari pasukan Ukraina.
Kirillov melanjutkan dengan membuat daftar tiga negara yang akan terkena dampak paling parah akibat kecelakaan di pabrik dan penyebaran bahan radioaktif berikutnya seperti Jerman, Polandia dan Slovakia.
Sementara Polandia dan Slovakia berbagi perbatasan dengan Ukraina, Jerman dan Ukraina berjarak sekitar 1.000 mil.
Tidak jelas bagaimana ketegangan di Zaporizhzhia dapat dikurangi, karena baik Ukraina dan Rusia menuduh yang lain mempertaruhkan bencana nuklir.
Pada hari Senin (15/8/2022), Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky menyerukan penarikan segera dan tanpa syarat pasukan Rusia dari pembangkit listrik tenaga nuklir.
Rusia, di sisi lain, menyalahkan Kyiv atas penembakan pabrik tersebut.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova mengatakan bahwa Kyiv mengoperasikan pemerasan nuklir menjelang kunjungan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres ke Ukraina.
Pada awal Agustus, Badan Energi Atom Internasional menyerukan segera diakhirinya setiap aksi militer di dekat pabrik, dengan mengatakan ada risiko yang sangat nyata dari bencana nuklir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/nuklir-09888.jpg)