Berita Nasional Terkini
Ferdy Sambo Jalani Sidang Etik Gegara Kasus Brigadir J, Rocky Gerung: Gak Bisa Diberi Keringanan
Rocky Gerung blak-blakan soal sidang etik yang dijalani Kadiv Propam nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo dengan Komisi Kode Etik Polri (KKEP) hari ini
TRIBUNKALTIM.CO - Pengamat Politik Rocky Gerung blak-blakan soal sidang etik yang dijalani Kadiv Propam nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo dengan Komisi Kode Etik Polri (KKEP) yang berlangsung hari ini, 25 Agustus 2022.
Menurut Rocky Gerung, Ferdy Sambo yang sebelumnya memegang jabatan sebagai Kadiv Propam dan melanggar kode etik Kepolisian karena melakukan pembunuhan berencana pada Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat (Brigadir Joshua) tidak bisa diberikan keringanan hukuman.
"Tapi kita mengerti bahwa semua orang merasa kalau dia memegang posisi, kedudukan pemimpin oversight itu seperti Propam itu, lalu dianggap dia mesti diberi justru keringanan, ya nggak bisa," kata Rocky Gerung dikutip dari kanal YouTube pribadinya (Rocky Gerung Official), Kamis (25/8/2022).
Baca juga: Surya Paloh dan Puan Maharani Berpelukan, Rocky Gerung: Hanya Kirim Mengirim Sinyal, Agak Palsu
Dijelaskan Rocky Gerung bahwa soal etik, masih banyak orang yang salah dalam mengartikannya.
Padahal etik menurutnya adalah melanggar moral dan bukan melanggar tata tertib.
Oleh karena itu, apabila pelanggaran etik yang dilakukan Ferdy Sambo, maka sama saja moralnya tidak bisa diperbaiki lagi atau memberikan tawar menawar atas tindakan yang pernah dilakukan.
"Karena suatu kejahatan atau kesalahan moral, itu final. Nggak mungkin ada diskresi ok, lain kalau pidana mesti ada potongan hukuman. Kan orang itu hanya bisa disebut bermoral atau tidak bermoral," ucap Rocky Gerung.
Tidak dipungkiri Rocky Gerung, kasus Ferdy Sambo merupakan puncak dari kejengkelan masyarakat.
Baca juga: Debat Komisi III dan Mahfud MD, Rocky Gerung: Pertandingan Moral, Pak Mahfud Tahu Lubang Tikusnya
Sehingga, mereka ingin mengetahui apakah dengan adanya kasus Ferdy Sambo, maka dapat mengembalikan persepsi terhadap kedudukan etis seorang pejabat tinggi.
"Nah, kalau misalnya di Kepolisian, tentu ini akan dilakukan evaluasi kurikulum di dalam jenjang pendidikan Kepolisian apa aja yang diterangkan di situ, apakah ada pelajaran tentang etik, atau tentang etos bahkan yang berhubungan cara seseorang dengan evaluasi dirinya sendiri," beber Rocky Gerung.
Oleh sebab itu, Rocky Gerung menyarankan agar Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri saat ini bisa memberikan kuliah moral pada publik melalui kasus Ferdy Sambo.
"Nah, di DPR kemarin udah bagus. Pak Sigit sebagai jenderal itu ,melaporkan monitoring dia terhadap Sambo, bahwa dia ungkapkan bahwa dia di hari pertama dia tahu, udah dapat semacam insting bahwa ada sesuatu yang nggak benar nih Sambo melaporkan," ungkap Rocky Gerung.
"Itu penting, perwira lain juga mengikuti itu tuh. Jadi sekali lagi, betul evaluasi kurikulum etis di Kepolisian itu juga harus menjadi evaluasi seluruh institusi pemerintahan," beber Rocky Gerung.
Baca juga: Diskusi Bersama Rocky Gerung, Apindo Kaltim Ingin Kaum Muda Kembangkan Diri di IKN Nusantara
Lebih lanjut, dalam sidang etik Ferdy Sambo hari ini, Rocky Gerung mengaku bahwa publik samar-sama melihat terkait posisi seseorang dalam kedudukan tertinggi, harusnya bertanggung jawab sampai akhir.
Ini menyinggung soal Ferdy Sambo yang mengajukan pengunduran diri dari Kepolisian sebelum dilakukakan sidang etik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/dsdjsjdshjdsjsjndsdhksdj.jpg)