Video Viral
Roket Rusia Hantam Stasiun Kereta di Hari Kemerdekaan Ukraina, Tewaskan 22 Warga
Roket Rusia hantam stasiun kereta di Hari Kemerdekaan Ukraina, tewaskan 22 warga
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Robin Ono Saputra
TRIBUNKALTIM.CO - Serangan roket pasukan Rusia ke stasiun kereta api Ukraina telah menewaskan 22 orang pada Rabu (24/8/2022), AP News melaporkan.
Dilansir dari Tribunnews.com, serangan mematikan itu terjadi tepat di Hari Kemerdekaan Ukraina, yaitu memperingati 31 tahun Kyiv memutuskan hubungan dengan Uni Soviet.
Kantor berita Ukraina mengutip Presiden Volodymyr Zelensky melaporkan, roket menyerang wilayah Chaplyne, sebuah kota berpenduduk sekitar 3.500 orang di wilayah Dnipropetrovsk tengah.
Kantor kepresidenan juga melaporkan bahwa seorang anak berusia 11 tahun tewas oleh tembakan roket pada hari sebelumnya di pemukiman tersebut.
"Chaplyne adalah penderitaan kita hari ini," kata Zelenskyy dalam video pidato malamnya.
Pada satu titik, Zelensky menyebutkan jumlah korban luka sekitar 50 orang.
Wakil kepala kantor Zelensky kemudian mengatakan, sebanyak 22 orang terluka dalam serangan yang menghantam lima gerbong penumpang.
Ukraina telah bersiap-siap untuk serangan-serangan berat terutama di sekitar hari libur nasional.
Beberapa hari menjelang Hari Kemerdekaan, pihak berwenang Kyiv melarang pertemuan besar di ibu kota hingga Kamis karena takut akan serangan rudal.
Penduduk Kyiv, yang sebagian besar selamat dalam beberapa bulan terakhir, bangun pada Rabu karena sirene serangan udara, tetapi tidak ada serangan segera yang menyusul.
Seiring berlalunya hari, pemboman Rusia dilaporkan di timur, barat dan tengah negara itu, dengan serangan paling serius tampaknya di stasiun kereta api.
Namun demikian, suasana meriah tetap ada pada siang hari di Alun-alun Maidan Kyiv saat ribuan penduduk berpose untuk berfoto di samping tank-tank Rusia yang terbakar yang dipajang.
Penyanyi rakyat didirikan, dan banyak orang yang bersuka ria keluar dan berkeliling dengan gaun dan kemeja bersulam tradisional. Sementara yang lain ketakutan.
"Saya tidak bisa tidur di malam hari karena apa yang saya lihat dan dengar tentang apa yang sedang dilakukan di Ukraina," kata seorang pensiunan yang hanya menyebut nama depannya, Tetyana, suaranya bergetar karena emosi.
"Ini bukan perang. Ini adalah kehancuran rakyat Ukraina."