Ekonomi dan Bisnis
Faisal Basri soal Harga BBM, Indonesia mesti Contoh Timor Leste, Norwegia hingga Denmark
Ekonom ternama di Indonesia, Faisal Basri merasa setuju jika pemerintah mencabut subsidi bahan bakar minyak.
TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Ekonom ternama di Indonesia, Faisal Basri merasa setuju jika pemerintah mencabut subsidi bahan bakar minyak.
Bagi Faisal Basri, subsidi untuk bahan bakar minyak akan merugikan bangsa Indonesia sendiri, terutama bagi mereka yang hidup di masa mendatang.
Menurutnya, pencabutan subsidi bahan bakar minyak berarti memikirkan generasi muda yang mendatang, ada visi jauh ke depan, memberikan warisan kepada anak cucu bangsa Indonesia.
Kali ini, Faisal Basri mengajak Indonesia meniru negara tetangga, seperti Timor Leste dalam menentukan harga bahan bakar minyak.
Baca juga: Harga BBM Terbaru Hari Ini, Pertamax Turbo Turun, Cek untuk Kaltim, Jakarta dan Jawa Barat
Ia menyebut negara itu memiliki harga BBM yang lebih tinggi dari Indonesia meski berstatus sebagai produsen dan eksportir.
"Dia (Timor Leste,red) tidak mau kasih subsidi suka-suka kayak pemerintah. Mereka sisihkan 30 persen dari pendapatan minyaknya itu dalam bentuk dana minyak untuk biaya sekolah, bangun insfrastruktur, energi terbarukan, energi solar dan sebagainya," terangnya.
Selain Timor Leste, Faisal juga memberi contoh negara lain yang bijaksana dalam mengamankan cadangan minyaknya seperti Norwegia hingga Denmark.
"Jadi saya berharap kalian cerewet lah untuk memperjuangkan hak masa depan kalian (generasi milenial dan z)," jelasnya.
Mencekik Keuangan Pemerintah
Harga minyak dunia dunia masih cukup tinggi semakin mencekik keuangan pemerintah yang terus memberikan subsidi.
Pemerintah pun meminta agar masyarakat bisa menghemat konsumsi energi.
Subsidi bahan bakar minyak atau BBM yang selama ini meleset dari 23 juta kilo liter menjadi 29,06 juta kilo liter.
Baca juga: Isu Harga BBM Naik 1 September 2022, Warga Ramai Antre, Penjelasan DPR soal Kenaikan Harga BBM
Hal ini menyebabkan Pemerintah harus mengeluarkan Rp 658 triliun untuk subsidi.
Sinyal kenaikan harga BBM bersubsidi terus menguat akibat harga minyak dunia yang masih tinggi.
"Harga minyak dunia masih 100 dolar AS (per barel), beban pemerintah untuk subsidi tinggi. Ini kita himbau masyarakat untuk hemat energi," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif ketika ditanyai soal rencana penyesuaian harga BBM Subsidi, Kamis (1/9/2022).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/persimpangan-jalan-ahmad-yani-bpn.jpg)