Berita Internasional Terkini
Memasuki Musim Dingin yang Sulit, Ukraina Peringatkan Eropa untuk Hadapi Potongan Bahan Bakar Rusia
Ukraina memperingatkan Eropa untuk menghadapi potongan bahan bakar Rusia lantaran akan memasuki musim dingin.
TRIBUNKALTIM.CO - Memasuki musim dingin peperangan memanas antara Rusia dan Ukraina masih bergulir dan belum menemui titik temu penyelesaian hingga kini.
Dan memasuki musim dingin inilah, imbas dari sanksi Barat dan Amerika Serikat pada Rusia berdampak pada negara Eropa dan Ukraina atas potongan bahan bakar.
Hingga Ukraina memperingatkan Eropa untuk menghadapi potongan bahan bakar Rusia.
Baca juga: Di Tengah Peperangan Rusia dan Ukraina yang Memanas, AS Ajak Pertemuan dengan Afrika Selatan
Sebagaimana dilansir dari voanews, Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy memperingatkan negara-negara Eropa untuk menghadapi musim dingin yang sulit.
Karena Rusia memotong ekspor minyak dan gas alamnya untuk membalas dukungan mereka terhadap pemerintah Kyiv dalam perjuangannya melawan invasi Rusia.
Moskow menyalahkan masalah teknis, bersama dengan sanksi ekonomi yang dijatuhkan oleh Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Rusia atas gangguan energi tersebut.
Baca juga: Serangan Balasan Ukraina Terhadap Pasukan Rusia, Putin dan Zelenskyy Saling Klaim Kemenangan
Negara-negara Eropa yang telah mengirim amunisi ke pemerintah Kyiv.
Dan membantu melatih para pejuangnya menuduh Rusia mempersenjatai pasokan energi yang mereka beli dari Moskow.
Beberapa analis perang mengatakan kekurangan bahan bakar dan meningkatnya biaya hidup dapat menekankan tekad Barat dalam mendukung Ukraina.
Moskow mengatakan pihaknya berencana untuk menutup pipa Nord Stream 1, saluran gas utamanya ke Jerman.
Dan negara-negara demokrasi terkemuka Kelompok Tujuh atau G-7 mengatakan mereka akan membatasi harga ekspor minyak Rusia untuk membatasi keuntungannya yang membantu mendanai perang.
Kremlin, pada gilirannya, mengatakan tidak akan menjual minyak ke negara mana pun yang menerapkan pembatasan tersebut.
Pada hari Sabtu (3/9/2022), Komisaris Ekonomi Uni Eropa, Paolo Gentiloni mengatakan bahwa Eropa siap untuk menolak penggunaan senjata gas yang ekstrim oleh Rusia
Karena kapasitas penyimpanan dan langkah-langkah konservasi energinya, bahkan jika Rusia memutuskan untuk menghentikan semua pengiriman gas alam.
Sebelumnya, raksasa energi Rusia Gazprom mengatakan tidak dapat melanjutkan pasokan gas alam ke Jerman, hanya beberapa jam sebelum ditetapkan untuk memulai kembali pengiriman melalui pipa Nord Stream 1.
Rusia menyalahkan kesalahan teknis dalam pipa untuk langkah tersebut, yang kemungkinan akan memperburuk krisis energi Eropa.
Moskow menyalahkan sanksi Barat yang berlaku setelah Rusia menginvasi Ukraina karena menghalangi pemeliharaan pipa gas.
Eropa menuduh Rusia menggunakan pengaruhnya atas pasokan gas untuk membalas sanksi Eropa.
Perebutan kendali pasokan energi terjadi ketika pasukan Rusia dan Ukraina melakukan lebih banyak serangan di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Zaporizhzhia.
(TribunKaltim.co/Hartina Mahardhika)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/volodymyr-zelenskyyy.jpg)