PPPK 2022
Akhir September Ini, Pemerintah Bakal Kembali Membuka Pendaftaran PPPK 2022
Pemerintah rencananya akan kembali membuka rekrutmen PPPK 2022 pada akhir September ini.
TRIBUNKALTIM.CO - Kabar gembira bagi Anda yang ingin mendaftar pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Rencananya, pemerintah akan kembali membuka rekrutmen PPPK 2022 pada akhir September ini.
Tentunya kembali dibukanya kesempatan untuk menjadi PPPK ini menjadi kabar gembira bagi masyarakat, terutama mereka yang tengah mencari pekerjaan.
Salah satu lowongan yang dibuka dalam rekrutmen PPPK 2022 ini adalah tenaga kesehatan.
Baca juga: Berita PPPK 2022 Terbaru: Formasi dan Tahapan Rekrutmen PPPK, Cek Persyaratan Berkas, Kapan Seleksi?
Dikutip dari Tribunnews.com,Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Abdullah Azwar Anas sudah menggelar rapat percepatan penuntasan hal teknis terkait rekrutmen PPPK untuk tenaga kesehatan (nakes) dengan jajarannya.
Kemudian, setelah itu Kemenpan RB akan segera menindaklanjutinya dengan menggelar rapat koordinasi bersama Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, dan pemerintah daerah.
"Ini sudah saya pelajari, kalau lihat time table-nya, ini cukup mepet waktunya, harus tuntas persiapannya karena jelang akhir September 2022 sudah harus rekrutmen PPPK-nya. Kita harus melipatgandakan kecepatan bekerja. Termasuk kita perkuat koordinasi dengan Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, dan pemerintah daerah. Dalam satu sampai dua hari ini kita rapat dengan Menteri Kesehatan," ujar Anas, dikutip Tribunjogja.com dari Tribunnews.com.
Azwar Anas menyebut dalam rekruitmen PPPK 2022 ini, pihaknya juga membuka kesempatan bagi para tenaga kesehatan untuk menjadi pegawai pemerintah.
Dibukanya lowongan PPPK tenaga kesehatan ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperkuat pelayanan dasar bagi masyarakat.
"Tenaga kesehatan berperan penting dalam mendukung program prioritas Presiden Jokowi. Seperti soal kemiskinan, beririsan dengan kesehatan. Juga yang pasti soal penurunan prevalensi stunting, penurunan angka kematian ibu dan bayi, dan sebagainya," ujarnya.
"Maka kita harus bekerja cepat dan tepat, karena soal tenaga kesehatan ini kita bicara bukan hanya soal jumlah, tetapi juga sebarannya, pemerataannya/distribusi mengingat ada ketimpangan sebaran nakes, sehingga penataan tenaga kesehatan harus Indonesia sentris," imbuh Anas.
Baca juga: Bakal Segera Dibuka Pemerintah, Inilah Jadwal Rekrutmen PPPK 2022
Mantan Bupati Banyuwangi tersebut pihaknya juga akan melakukan pemetaan dan inventarisasi tenaga kesehatan non-ASN.
Pemetaan dan inventarisasi tenaga kesehatan non-ASN ini akan dilaksanakan secara transparan dan terbuka kepada masyarakat.
Sebagai solusi penataan tenaga non-ASN kesehatan, pemerintah pun akan mempercepat validasi data, menyiapkan kebijakan afirmasi bagi tenaga non-ASN, serta mekanisme seleksi yang akan dilakukan.
"Misalnya soal afirmasi, diprioritaskan kepada mereka yang nanti dihitung dari masa kerja dan usia. Validasi data juga kita pastikan lagi, maksimal awal pekan ini sudah tuntas," ujar Anas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Ilustrasi-PPPK-2022.jpg)