Travel

Agenda Erau Adat Pelas Benua dari 20 September sampai 3 Oktober 2022 di Kukar

Erau menjadi kegiatan kebudayaan yang berdampingan dengan agama. Dalam beberapa kesempatan, terucap juga rasa syukur kepada sang pencipta.

Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI
Dua kerangka replika naga yang akan diulur atau dilarung pada ritual puncak Erau adat Kutai rampung dibuat. Erau Adat Pelas Benua 2022 besok akan digelar. Pesta rakyat di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur ini akan berlangsung selama 14 hari. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Erau Adat Pelas Benua 2022 besok akan digelar. Pesta rakyat di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur ini akan berlangsung selama 14 hari.

Erau Adat Pelas Benua 2022 akan mengangkat tema 'Erau Kutai Lawas, Balik Asal Kutai Lawas, Tunduk Sabda Sang Meruhum'.

Makanya, pelaksanaan Erau ini dikembalikan ke hakikat sebelumnya yang memang bersifat sakral dan juga berorientasi pada HUT Kota Tenggarong.

Pelaksanaan Erau Adat Pelas Benua 2022 akan dipusatkan dan berlokasi di Keraton Kesultanan dan Museum Mulawarman. Nantinya, ada 14 rangkaian kegiatan.

Baca juga: Momentum Perkenalkan Adat Kutai, Ketua DPRD Kukar Dukung Erau Adat Pelas Benua 2022

Sekretaris Kesultanan Ing Martadipura, Awang Yacoub Luthman, menjelaskan makna Erau yang merupakan upacara adat di Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Menurutnya, saat Aji Raja Mahkota Mulia Alam menjadi Raja Kutai pada 1525-1600, upacara Erau semakin berwarna. Nilai-nilai Islami melekat dalam setiap kegiatannya.

Sejak saat itu, Erau menjadi kegiatan kebudayaan yang berdampingan dengan agama. Dalam beberapa kesempatan, terucap juga rasa syukur kepada sang pencipta.

“Sehingga, Erau ini adalah bagian rasa syukur kesultanan dan masyarakat di Kesultanan Kutai," kata Awang Yacoub Luthman.

Baca juga: Wisata di Kukar, Warga Boleh Berfoto di Taman Kota Raja pada Malam, Syaratnya Hanya 15 Menit Saja

Erau juga memiliki makna sebagai mensucikan diri. Oleh karena itu, pada penutupan upacara Erau, dilaksanakan belimbur atau prosesi siram-siraman.

"Dengan memercikkan air bersih kepada masyarakat diharapkan dapat menjauhkan diri dari berbagai macam penyakit dan mara bahaya," tandasnya.

Belasan orang menggotong replika naga dari dalam Keraton Kesultanan Kutai. Sepasang replika naga ini dibawa ke kapal yang bersandar di dermaga depan Keraton. Naga ini akan dibawa ke Kutai Lama, Kecamatan Anggana untuk dilarungkan ke Sungai Mahakam.
Belasan orang menggotong replika naga dari dalam Keraton Kesultanan Kutai. Sepasang replika naga ini dibawa ke kapal yang bersandar di dermaga depan Keraton. Naga ini akan dibawa ke Kutai Lama, Kecamatan Anggana untuk dilarungkan ke Sungai Mahakam. (HUMAS DPRD KUKAR/MURDIAN)
Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved