Berita Kutim Terkini

Ketimbang Bayar Rp 900 Ribu, Dinkes Kutim Ajak Orangtua Ikut Vaksin PCV Gratis

Penumonia merupakan salah satu penyakit menular yang seringkali menjadi penyebab kematian utama pada anak-anak.

Penulis: Syifaul Mirfaqo | Editor: Aris
TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO
Imunisasi untuk anak di Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur. (TRIBUNKALTIM.CO/SYIFA'UL MIRFAQO) 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA - Penumonia merupakan salah satu penyakit menular yang seringkali menjadi penyebab kematian utama pada anak-anak.

Oleh karenanya, pemerintah meresmikan program layanan imunisasi pneumococcal conjugate vaccine (PCV) gratis untuk bayi usia 2 bulan.

Pencegahan sedini mungkin dapat dilakukan melalui imunisasi untuk mencegah penyakit pneumonia ini menular ke anak-anak hingga menyebabkan kematian.

Lantaran vaksinasi PCV ini gratis, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kutai Timur (Kutim) dr Bahrani Hasanal melalui Seksi Surveilans dan Imunisasi, Lely Fembriani mengajak para orang tua untuk memanfaatkan layanan tersebut.

Baca juga: Warga Kutim Terciduk Polisi, Terbukti Simpan Barang Haram 4,51 Gram Asal Muara Wahau

“Pemerintah maupun orang tua, harus memberikan hak sehat bagi putra-putri kita. Hak sehat itu adalah hak hakiki yang dimiliki oleh segenap warga Kutim," ujarnya.

Menurutnya pemenuhan hak sehat bagi putra-putri sangat penting dan bisa dilakukan dengan pemberian vaksin.

Vaksinasi PCV dapat mengurangi risiko anak terkena penyakit pneumonia sehingga kasus pneumonia yang diderita khususnya pada anak, dapat tertekan di kemudian hari.

“Vaksinasi merupakan upaya efektif untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat pneumonia ini,” ujarnya.

Baca juga: Sebanyak 45 SR di Kecamatan Sandaran Kutim Sudah Dialiri Air Perumda TTB Sejak Tahun 2009

Terlebih, vaksinasi PCV diberikan secara gratis oleh pemerintah dan apabila didapatkan secara mandiri, bisa memakan biaya hingga Rp 900 ribu.

Orang tua juga diminta untuk tidak perlu khawatir dengan informasi miring mengenai vaksin, apabila menyayangi anak, justru harus melindungi sang buah hati dengan pemberian vaksin.

“Tidak usah mengkhawatirkan anak yang disuntik di sana dan di sini. Justru kalau sayang anak, vaksinasi akan melindungi anak di kemudian hari,” ucapnya.

Selain itu, meski vaksinasi PCV tersebut kini gratis untuk anak usia dua bulan, ia memastikan bahwa vaksin yang digunakan memiliki kualitas yang sama bagusnya dengan vaksin berbayar.

Baca juga: Peringatan Hari ke-61 Pramuka di Kutim, Kakak dan Adik Pramuka Menari Bersama usai Upacara

“Tidak usah khawatir dengan alasan ini gratis. Vaksinnya sama saja, yang berbeda hanya ini dibayari oleh pemerintah,” ujarnya.

Sekedar diketahui, imunisasi PCV diberikan pada anak usia 2, 4, dan 6 bulan, lalu diulang pada usia 12­–15 bulan.

Ada 2 jenis vaksin PCV, yaitu PCV10 dan PCV13.

PCV 10 mampu mencegah 10 jenis bakteri pnemokukus, sedangkan PCV13 mampu mencegah 3 jenis bakteri tambahan.

Meski begitu, keduanya sama-sama efektif dalam mencegah penyakit akibat infeksi pneumokokus dan meminimalkan risikonya. (*)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved