Berita Samarinda Terkini
Rencana Hotel Atlet di Samarinda jadi Pusat Perpustakaan Kaltim dan Diorama 6 Dimensi
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur tertarik menggunakan Hotel Atlet yang terletak di Kompleks Gelora Kadrie Oening
Penulis: Mohammad Fairoussaniy | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Provinsi Kalimantan Timur tertarik menggunakan Hotel Atlet yang terletak di Kompleks Gelora Kadrie Oening, Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Samarinda sebagai pusat layanan perpustakaan di Benua Etam.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim Agus Tiannur menanggapi usulan tersebut, tentunya menunggu keputusan Gubernur Kaltim, Isran Noor.
"Hotel Atlet ini belum lagi prosesnya, kami menyerahkan keputusannya pada Pak Gubernur. Yang jelas, prosesnya masih panjang," sebutnya.
Sementara itu, Kepala DPK Provinsi Kaltim Syafranuddin mengatakan pihaknya berkeinginan memanfaatkan eks Hotel Atlet sebagai Pusat Pelayanan Perpustakaan Kaltim.
Baca juga: Jadi Penunjang IKN, Perpustakaan Kota Samarinda Diresmikan
Jika memang menjadi kenyataan, maka DPK berencana bisa membuat diorama di Kaltim dengan menggunakan teknologi tinggi.
"Jika kami mendapatkan amanah untuk bisa memanfaatkan eks Hotel Atlet itu, Insya Allah ke depan akan dibuat sebuah diorama Kaltim yang menggunakan teknologi tinggi," unhkap pria yang akrab disapa Ivan ini.
"Kalau bisa di atas Keong Emas, sehingga pengunjung bisa menikmati, menggali dan belajar sejarah yang ada di Kaltim ini. Mulai dari zaman kerajaan hingga sekarang, selain itu ada juga film tambang, perkayuan dan sebagainya," imbuhnya.
Diorama Arsip yang dicita-citakan Ivan, bakal memadukan seni dan teknologi, sehingga, dokumentasi yang arsip layaknya nonton film layar besar.
Tentu saja, DPK akan melakukan kerja sama dengan banyak pihak termasuk seniman Kaltim. Mereka akan menghiasai diorama DPK nantinya.
"Pokoknya, dijamin pengunjung tidak bakal bosan," sebutnya.
Ide yang dikemukakan Ivan, juga melihat bahwa Kaltim dikenal sebagai provinsi yang memiliki berbagai musim semisal Musim Banjir Kap masa jayanya penebangan kayu hingga hadir pabrik plywood, kemudian bergeser ke tambang minyak, emas dan batu bara.
Baca juga: Plafon Ambrol, Perpustakaan Samarinda Tutup Sementara, Walikota Minta Tanggung Jawab Kontraktor
Sayangnya peristiwa yang membuat nama Kaltim tersohor dengan sebutan "Daerah Kaya" belum terdokumentasikan dengan baik.
Sehingga, tidak ada tayangan yang bisa mengajak masyarakat luas mengetahui seluk beluk masing-masing musim itu.
"Di Kaltim ini, tambang batubara pertama kali itu ada di Loa Kulu, bekas-bekas penambangan itu sudah tidak ada, Insya Allah kami akan menggalinya hingga bisa menjadi sebuah dokumen yang baik dan edukasi," paparnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/dpk-kaltim-di-smd.jpg)