Berita Nasional Terkini

Paksa Dua Anak Kucing Minum Miras, Dua Pemuda di Tarakan Minta Maaf, Videonya Sempat Viral

Kedua pemuda berinisial HD dan BL tega memaksa dua ekor anak kucing untuk minum minuman alkohol sembari tertawa

Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Dua orang pelaku berinisial HD dan BL saat memberikan pernyataan permintaan maaf dan berjanji tidak mengulang perbuatannya disampaikan di Mako Polres Tarakan, Senin (19/9/2022) kemarin.TRIBUNKALTIM.CO/HO 

TRIBUNKALTIM.CO- Tindakan tak terpuji dilakukan dua pemuda di Kota Tarakan, Kalimantan Utara.

Kedua pemuda berinisial HD dan BL tega memaksa dua ekor anak kucing untuk minum minuman alkohol sembari tertawa. 

Bahkan tindakannya sengaja direkam.

Video ini akhirnya menjadi viral dan mendapat kecaman sejumlah pihak termasuk pecinta kucing atau cat lovers

Pantauan TribunKaltara.com, dalam video berdurasi sekitar 31 detik itu menampilkan seseorang yang mengupload ke story WA bernama Hendy dan memasang caption emoji tertawa.

Baca juga: Video Viral Detik-detik Ketua DPRD Lumajang Tidak Hafal Pancasila, Minta Maaf dan Putuskan Mundur

Baca juga: Dibalik Video Viral Istri ke Tengah Lapangan Jemput Paksa Suami yang Asyik Main Bola

Baca juga: Polri Bantah Video Viral Penampakan Tumpukan Uang Dollar, Disebut Milik Ferdy Sambo

Tak tanggung-tanggung, dua ekor anak kucing diperkirakan masih berusia satu sampai dua bulan dicekoki minumaan keras jenis bir.

Tampak dalam video, salah seorang pelaku mengatakan sembari tertawa, “Satu lagi, satu lagi.”

Video ini pun tersebar ke media sosial dan sampai ke komunitas pecinta kucing di Tarakan.
Kapolres Tarakan, AKBP Taufik Nurmandia melalui Kasi Humas Polres Tarakan, IPDA Anita Susanti Kalam mengungkapkan, kedua pelaku berinisial HD dan BL sudah dilakukan pemanggilan.

Itu setelah pihak Polres Tarakan menerima laporan aduan dari catlovers Tarakan mengenai video perbuatan menyakiti kucing dengan cara meminumkan paksa minuman beralkohol.

Keduanya pun mendatangi Polres Tarakan untuk memberikan klarifikasi dan membuat surat pernyataan serta meminta maaf pada Senin (19/9/2022) di Polres Tarakan kemarin.

Dikatakan IPDA Anita Susanti Kalam, kasus ini berhasil diungkap karena salah seorang pelaku memasang status di WhatsApp (WA) pribadi.

Kemudian oleh salah satu kontak pertemanan pelaku melihat kemudian direkam sebagai bukti dan diupload ke media sosial.

“Diupload ke Instagram, dan para pecinta kucing tergabung dalam komunitas pecinta kucing di Tarakan tidak terima dan akhirnya mereka buat laporan ke Polres Tarakan,” beber IPDA Anita Susanti Kalam.

Kemudian lanjut IPDA Anita Susanti Kalam, setelah dipanggil, keduanya memberikan klarifikasi terkait apa yang mereka lakukan dan sudah beredar luas dan sudah viral kemarin.

Halaman
12
Sumber: Tribun kaltara
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved