Video Viral
Wilayah Ukraina Bakal Menciut, 4 Daerah Gelar Referendum Ingin Gabung ke Rusia
Wilayah Ukraina bakal menciut, 4 daerah gelar referendum ingin gabung ke Rusia
Penulis: Rafan Arif Dwinanto | Editor: Robin Ono Saputra
TRIBUNKALTIM.CO - Empat wilayah Ukraina yang dikuasai Moskwa mengumumkan rencana referendum untuk bergabung dengan Rusia.
Dilansir dari Kompas.com, pengumuman tersebut disampaikan para pejabat yang didukung atau dipasang Rusia di empat wilayah Ukraina yang dikuasai Moskwa tersebut, sebagaimana dilansir BBC, Selasa (20/9/2022).
Menteri Luar Negeri Ukraina Dmytro Kuleba mengatakan pada Selasa bahwa referendum palsu tidak akan mengubah apa pun.
Jika referendum benar-benar dilakukan, maka itu akan membuka jalan bagi Rusia untuk mencaplok wilayah Ukraina lebih banyak lagi.
Baca juga: Kesalahan Besar, Joe Biden Ancam China Tak Ikut Campur Bantu Rusia Lawan Ukraina
Pada 2014, Rusia mencaplok Krimea setelah digelar referendum, sebuah langkah yang menuai kecaman internasional.
Komunitas internasional tidak pernah mengakui pencaplokan Krimea.
Mencaplok lebih banyak wilayah Ukraina akan memungkinkan Kremlin mengeklaim bahwa “wilayah” Rusia diserang oleh senjata NATO.
Di sisi lain, invasi Rusia yang dimulai pada 24 Februari terhenti dalam beberapa bulan terakhir.
Sementara itu, Ukraina melancarkan serangan balik dan berhasil merebut kembali sebagian besar wilayah di timur laut.
Baca juga: Takut Tembakan Jarak Jauh Ukraina, Rusia Pindahkan Kapal Selam Canggih dari Krimea
Ada spekulasi bahwa Rusia mungkin mengumumkan mobilisasi massa guna memperkuat kekuatan militernya dalam invasi ke Ukraina.
Parlemen Rusia juga menyetujui hukuman yang lebih berat untuk berbagai kejahatan seperti desersi, pengrusakan properti militer, dan pembangkangan selama mobilisasi atau operasi tempur.
Sebelumnya, Wakil Kepala Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev mengatakan pada Selasa pagi, menggelar referendum di Donetsk dan Luhansk, Ukraina timur alias Donbass, akan memperbaiki “keadilan sejarah”.
Segera setelah Medvedev mengumumkan itu, otoritas di Donetsk dan Luhansk yang didukung Moskwa mengatakan bahwa mereka akan menggelar referendum pada 23-27 September.
Sebelum perang, kelompok separatis di Donetsk dan Luhansk mengumumkan pemisahan diri dari Ukraina beberapa hari sebelum Rusia melancarkan invasi.
Sementara itu, pejabat yang dipasang Rusia di wilayah Kherson, Ukraina selatan, mengatakan mereka juga akan mengadakan pemungutan suara.
Deklarasi serupa datang dari wilayah Zaporizhzhia yang diduduki Rusia. Media pemerintah Rusia mengatakan, orang-orang akan dapat memilih secara langsung atau dari jarak jauh.
Selama berbulan-bulan sebelumnya, sejumlah otoritas yang didirikan Rusia di Ukraina telah mencoba untuk mengadakan referendum. (*)