Berita DPRD Kukar

DPRD Kukar Lirik Potensi Tanaman Daun Talas Beneng, Bisa Diekspor dan Hasilkan Cuan

Pembudidayaan daun talas beneng mulai dirik di Kabupaten Kutai Kartanegara. Tanaman ini memiliki potensi pasar dan cuan yang menghasilkan.

HO/TRIBUNKALTIM.CO
Salah satu pembudidayaan daun talas beneng yang kini mulai dilirik di Kutai Kartanegara. 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pembudidayaan daun talas beneng mulai dirik di Kabupaten Kutai Kartanegara. Tanaman ini memiliki potensi pasar dan cuan yang menghasilkan.

Ketua Komisi II DPRD Kukar, Sopan Sopian pun melihat langsung potensi tumbuhan penghasil umbi-umbian di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan pada pekan lalu.

Pihaknya sudah melakukan diskusi, mengingat tumbuhan yang masuk suku talas-talasan ini hidup di tanah rawa-rawa.

Cocok dengan kontur tanah di daerah hulu Mahakam, seperti di Kecamatan Muara Wis, Kecamatan Muara Muntai, Desa Kota Bangun Seberang.

"Cocok di daerah pinggiran rawa lah," ujar Politisi Partai Gerindra itu, Kamis (22/9/2022).

Baca juga: DPRD Kukar Salurkan 9 Mesin Kapal Bagi Nelayan di Muara Jawa Pesisir

Daun talas beneng sendiri sudah mulai diekspor beberapa wilayah ke luar negeri, salah satu tujuannya ke Australia.

Tanaman ini digunakan untuk menjadi bahan baku rokok, pengganti tembakau yang diklaim non-nikotin. Daun terlebih dahulu dikeringkan, kemudian dicacah menjadi bagian-bagian kecil.

Menurut Sopan, ini bisa menjadi solusi bagi pembudidaya daun kratom yang kini mulai dilarang karena dipastikan mengandung zat senyawa, layaknya 10 kali daun ganja.

Apalagi hingga saat ini, belum ada kejelasan dari pemerintah untuk nasib pembudidaya kratom, khususnya di Kutai Kartanegara.

"Kalau baik, bisa kita kerja sama kan dengan Perusda dan masyarakat kelompok tani, supaya bisa dibudidayakan di hulu Mahakam," jelasnya.

Baca juga: Musim Hujan, Ketua DPRD Kukar Soroti Penataan Drainase di Kawasan Tenggarong

Budidaya Daun Talas Beneng memang mudah ditanam dengan masa panen 6 bulan. Tanaman ini juga memiliki nilai ekonomis tinggi.

Tiap kilogramnya bisa mencapai Rp 70 ribu, daun talas beneng kering sudah dicacah dan siap diekspor, lalu bisa menjadi ladang usaha baru masyarakat pinggiran rawa.

"Harapan jadi solusi dan mungkin jadi potensi unggulan di desa-desa hulu Mahakam," ucapnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved