Tambang Ilegal di Wilayah IKN

Legalitas IUP Bermasalah, Begini Modus Tambang Ilegal di IKN Nusantara

Polda Kaltim melalui jajaran Direktorat Kriminal Khusus mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam praktik tambang ilegal

HO/POLDA KALTIM
Ditreskrimsus Polda Kaltim mengungkap aktivitas tambang ilegal yang masuk dalam wilayah PT TKM di kawasan IKN Nusantara pada Jumat (23/9/2022) lalu. HO/POLDA KALTIM 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Polda Kaltim melalui jajaran Direktorat Kriminal Khusus mengamankan tiga orang yang diduga terlibat dalam praktik tambang ilegal.

Apalagi titik galian tambang tersebut berada di wilayah IKN Nusantara, tepatnya masuk wilayah IUP OP dari PT TKM, Bukit Tengkorak, Desa Sukomulyo, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Adapun terduga pelaku yang terlibat berinisial TM, T, dan F yang memiliki perannya sendiri.

Dirkrimsus Polda Kaltim, Kombes Pol Indra Lutrianto Amstono memaparkan, TM disangka berperan sebagai penambang sekaligus pemodal.

Sementara T diduga sebagai operator dan F sebagai penjaga atau pengawas tambang ilegal tersebut.

Baca juga: Ditreskrimsus Polda Kaltim Endus Praktik Tambang Ilegal di IKN Nusantara, Pemodal Jadi Tersangka

"Sejauh ini TM yang juga merupakan Dirut PT RUT sudah kami tetapkan sebagai tersangka. Dua lainnya masih berstatus saksi," ujarnya.

Indra menerangkan, dalam menjalankan aksinya, TM melakukan perjanjian kerja sama operasional pertambangan batubara pada 17 Desember 2021 dengan PT TKM.

Dalam hal ini, kerja sama itu, PT TKM melalui Dirutnya yang berinisial B.

"Jadi TM sudah mengetahui bahwa legalitas IUP OP PT TKM bermasalah atau palsu. Tapi tetap melakukan kegiatan pertambangan batubara," kata Indra.

Di mana untuk selanjutnya dilakukan penjualan dengan menggunakan perizinan perusahaan yang lain.

Indra menekankan, kalau legalitasnya bermasalah tentunya tidak bisa mengeluarkan RKAB (Rencana Kerja Anggaran Biaya).

Baca juga: Terduga Pelaku Tambang Ilegal di Tahura Bukit Soeharto Kembali Diungkap, Diancam Denda Rp 100 Miliar

"RKAB kan untuk dapat melakukan kegiatan sesuai dengan kaidah pertambangan yang baik. Tapi TM tetap saja melakukan aktivitas penambangan," bebernya lagi.

Diberitakan sebelumnya, Ditreskrimsus Polda Kaltim mendapati aktivitas tambang ilegal pada Jumat (23/9/2022).

Pihaknya menemui kegiatan produksi batu bara menggunakan ekskavator dan telah menghasilkan batubara sejumlah kurang lebih 1.000 metriks ton. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved