Rabu, 6 Mei 2026

WBP Pesta Miras

Sempat Kritis Akibat Tenggak Miras Oplosan, Seorang WBP Lapas Samarinda Dinyatakan Selamat

Setelah sempat kritis akibat meminum minuman keras (miras) oplosan bersama empat Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sekamarnya.

Tayang:
Penulis: Rita Lavenia | Editor: Samir Paturusi
Tribunnews.com
Ilustrasi- Setelah sempat kritis akibat meminum minuman keras (miras) oplosan bersama empat Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sekamarnya, akhirnya CR dinyatakan pulih dan bisa pulang pada Pukul 14.30 WITA, Senin (26/9/2022). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Setelah sempat kritis akibat meminum minuman keras (miras) oplosan bersama empat Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) sekamarnya, akhirnya CR dinyatakan pulih dan bisa pulang pada Pukul 14.30 WITA, Senin (26/9/2022).

Hal ini disampaikan oleh Kepala Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda dr. Arysia Andhina saat dikonfirmasi media sore ini.

"Kondisinya saya belum tahu. Apakah masih mual atau muntah. Karena pas mau tanya dokternya masih di ruangan lain. Yang jelas (CR) sudah pulih dan diperbolehkan pulang," jelasnya singkat.

Sementara itu, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kasat Reskrim Kompol Andika Dharma Sena menyebutkan sudah 13 saksi yang mereka periksa.

Baca juga: Polisi Dalami Penyebab 3 WBP Lapas Samarinda Pesta Miras Oplosan hingga Tewas

Baca juga: WBP Lapas Samarinda Kejang-kejang Usai Pesta Miras Oplosan, 3 Orang Tewas

Baca juga: Rutan Kelas IIB Tanjung Redeb Latih WBP untuk Ciptakan Produk Bernilai Jual

"Baik dari petugas lapas, napi yang satu blok maupun keluarga mereka," sebutnya.

Dikatakannya juga bahwa terhadap jasad IR, RZ dan RS yang tewas setelah menenggak miras oplosan tersebut, telah dilakukan autopsi pada Jumat (23/9) malam di kamar jenazah RSUD AW Sjahranie.

"Masih menunggu hasilnya, dan jenazah ketiganya sudah diserahkan kepada pihak keluarga," jelasnya.

Untuk barang bukti sendiri yang diamankan, sebut Kompol Andika Dharma Sena, yakni botol bekas air mineral dan bungkus minuman rasa jeruk yang diduga digunakan para WBP tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda M Ilham Agung Setyawan mengatakan penyebab kematian tiga warga binaan mereka tersebut belum bisa dipasktikan.

Namun dijelaskannya sesuai keterangan WBP lainnya, diduga keempat warga binaan tersebut telah menenggak minuman sachet rasa jeruk yang kemungkinan dicampur hand sanitizer.

Sebab, jelasnya, setiap ada kegiatan hand sanitizer selalu tersedia.

"Bisa saja mereka diam-diam mengambil tanpa sepengetahuan petugas kami. Karena kalau alkohol masuk ke dalam pasti ketahuan," jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada Kamis (22/9), sekitar Pukul 22.10 WITA lalu, empat WBP Lapas Samarinda yakni IR, RZ, RS dan CR mendadak dilarikan ke rumah sakit setelah ditemukan kejang-kejang di dalam blok hunian mereka.

Baca juga: Rutan Tanah Grogot Gelar Vaksinasi Booster untuk Ratusan WBP

Meski cepat mendapatkan pertolongan medis, namun IR, RS dan RZ dinyatakan meninggal dunia sedangkan CR sempat kritis dan kini dinyatakan selamat. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel

 

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved