Berita Samarinda Terkini

Kain Kuning jadi Rebutan Warga Usai Naga Bekenyawa di Samarinda Seberang

Selain prosesi pagelaran adat istiadatnya yang menarik, ada hal unik lain yang juga menjadi perhatian masyarakat luas dalam kegiatan Naga Bekenyawa

Penulis: Rita Lavenia | Editor: Budi Susilo
HO/PEMKAB KUKAR
Sejumlah warga tengah berupaya memotong helai demi helai kain tenun kuning yang baru dilewati oleh rombongan Kesultanan Kutai Kartanegara. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Selain prosesi pagelaran adat istiadatnya yang menarik, ada hal unik lain yang juga menjadi perhatian masyarakat luas dalam kegiatan Naga Bekenyawa yang menjadi rangkaian tradisi Erau di Dermaga Batang Aji Muksin, Samarinda Seberang.

Yaitu sebuah kain tenun kuning yang selalu digelar untuk menyambut kedatangan Raja ataupun Putra Mahkota Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.

Wakil Ketua Adat Samarinda Seberang (Lomboi) Abdul Gani menjelaskan, digelarnya kain untuk dilewati oleh Raja ataupun Pangeran tersebut sebagai bentuk penghargaan mereka kepada kesultanan Kutai.

Lalu mengapa harus berwarna kuning? Ia melanjutkan bahwa warna tersebut menandakan keramat. Di mana anggota kerajaan tidak boleh langsung menginjakan kaki di lantai atau tanah.

Baca juga: Ritual Mengulur Naga, Akhiri Pesta Erau Adat Pelas Benua 2022 di Kukar

Bahkan konon, dahulu kala kain kuning tersebut bisa mengambang di permukaan Sungai Mahakam ketika para Kesultanan Kutai hendak melakukan perjalanan.

"Juga sebagai warna keberkahan sejak leluhur Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura," jelasnya.

Hal yang lebih unik juga selalu terlihat pasca berlalunya rombongan kesultanan Kutai tersebut.

Di mana setiap orang yang hadir, mulai dari anak-anak, muda mudi hingga tua saling berlomba-lomba untuk mendapatkan potongan kain yang telah dilalui Raja ataupun Putra Mahkota tersebut.

"Buat enteng jodoh," dalih Etma (28) salah seorang gadis yang turut merebutkan kain tenun ini.

Lain lagi dengan Hasny (38) yang meyakini dengan membawa pulang potongan kain tersebut dapat mendatangkan keberkahan dan melancarkan segala usaha yang dijalankan.

Baca juga: Naga Bekenyawa di Samarinda, Bukti Hubungan Erat Kesultanan Kukar dengan Kerajaan Bugis

"Tapi kembali lagi kepada kepercayaan masing-masing orang yah. Ada yang bawa karena ikut-ikutan aja, ada juga yang yakin bisa menambah rezeki," kata ibu 3 anak tersebut kepada Tribunkaltim.co.

Begitulah prosesi Naga Bekenyawa di Dermaga Batang Aji Muksin Samarinda Seberang berakhir. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved