Breaking News:

Berita Berau Terkini

Diskoperindag Berau Ikuti Instruksi Pusat Tekan Inflasi Melalui Pasar Murah

Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, berencana menggelar operasi pasar murah secara berkala

TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI PENGESTI
Kadis Diskoperindag Berau, Salim salam Operasi pasar murah beberapa waktu lalu.TRIBUNKALTIM.CO/RENATA ANDINI PENGESTI 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB- Menindaklanjuti arahan presiden terkait upaya pengendalian inflasi, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau, berencana menggelar operasi pasar murah secara berkala untuk mengakomodir empat kecamatan terdekat.

Hal itu dibenarkan oleh Kepala Diskoperindag Berau, Salim. Disampaikannya, Pemkab Berau telah menyiapkan dana pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2022 untuk kegiatan yang dapat meredam lonjakan inflasi.

Yakni, kegiatan pasar murah dengan tujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari. Khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau kurang mampu.

"Insya Allah, pada Oktober ini pasar murah akan digelar," ungkapnya kepada Tribunkaltim.co, Kamis (6/10/2022).

Baca juga: Jadwal Bulan Kunjung Perpustakaan Berau, Sedia Kupon Undian hingga Festival Literasi

Baca juga: Komitmen Kembangkan Kemandirian Masyarakat lewat PPM, Berau Coal Raih Penghargaan Subroto 2022

Baca juga: Bagaimana Cuaca Hari Ini Berau, Kamis 6 Oktober 2022, Berpotensi Cerah di Sebagian Wilayah

Rencananya, pasar murah akan digelar di daerah perkotaan saja. Jika anggaran mencukupi, pasar murah juga akan menjangkau kecamatan terjauh.

"Maunya ke kecamatan lain juga terjangkau. Itu kalau memang anggarannya memungkinkan kami bisa ke kecamatan terjauh juga," harapnya.

Menurutnya, menekan laju inflasi menjadi kewenangan dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), sehingga tim tersebut harus memprogramkan pasar murah.

Kendati demikian, sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis pihaknya akan segera melakukan operasi pasar murah.

"Pada dasarnya kami hanya mengantisipasi kenaikan harga yang terjadi ketika mendekati perayaan hari-hari besar dengan menggelar pasar murah. Tapi, karena dengan pengurangan subsidi BBM ini membuat kondisi jadi mendesak, maka segera kita laksanakan," tuturnya.

Diakuinya, sejak lebaran 2022 harga barang-barang mulai mengalami kenaikan. Apalagi pasca kebijakan kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) diterapkan biaya ongkos angkut juga ikut naik.

"Biaya kontainer juga naik menjadi Rp 21 juta dari sebelumnya Rp 19 juta," sebutnya.

Adapun beberapa barang yang akan dijual terdiri dari bahan pokok seperti, beras, gula, minyak goreng, daging dan sebagainya. Pihaknya akan melibatkan lima agen besar di Kabupaten Berau dan Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) Berau untuk membantu menyuplai bahan pokok.

"Yang pasti harganya akan lebih murah dari harga di pasaran," ucapnya.

Baca juga: Porprov Kaltim VII 2022 di Berau Terus Berjalan, Keputusan Balikpapan Dirasa Belum Final

Dia menambahkan, inflasi daerah memang selalu meningkat, melihat dari kenaikan harga yang terus terjadi di tengah masyarakat, tapi dengan dicabutnya subsidi BBM ini diprediksi makin memperparah terjadinya inflasi.

Salah satu cara menahan kenaikan inflasi yang diberikan oleh pemerintah pusat adalah dengan mengalokasikan 2 persen APBD untuk masyarakat.

"Kita akan selalu upayakan sebisa mungkin agar harga bahan kebutuhan pokok dapat dijangkau oleh masyarakat," pungkasnya. (*)

Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved