IKN Nusantara

Skema KPBU Tarik Minat Investor ke IKN Nusantara, Kementrian PUPR Siapkan Perumahan

Skema KPBU tarik minat investor ke IKN Nusantara, Kementrian PUPR siapkan sektor perumahan

TRIBUNKALTIM.CO - Pemerintah menyampaikan sejumlah Skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha ( KPBU) dalam pembangunan infrastruktur di Ibu Kota Nusantara atau IKN Nusantara tengah disiapkan.

Dilansir dari Kompas.com, skema KPBU pun merupakan upaya pemerintah untuk menarik investor dalam negeri maupun investor asing untuk ikut membangun IKN Nusantara.

"Kebetulan sudah ada beberapa dunia usaha dari luar maupun dari dalam negeri yang sudah memajukan semacam data of interest kepada kami," kata Direktur Pengembangan Sistem dan Strategi Penyelenggaraan Pembiayaan Kementerian PUPR Agus Sulaeman di Kompleks Kementerian PUPR, Selasa (4/10/2022).

Baca juga: Tak Hanya Properti, Skema KPBU Bisa Diterapkan Pada Investasi Lain di IKN Nusantara

Untuk diketahui, pembangunan infrastruktur dasar di IKN Nusantara telah berlangsung sejak akhir September lalu.

Dengan demikian, kebutuhan hunian pun akan segera meningkat beriringan dengan pekerjaan konstruksi yang berlangsung.

Agus menyampaikan saat ini PUPR juga tengah menyiapkan pembangunan untuk sektor perumahan di IKN Nusantara, salah satu investor asing yang sudah tertarik yaitu Korea Land and Housing Corporation.

Lebih lanjut, Agus menyampaikan, pembiayaan untuk IKN sendiri terdiri dari dua sumber diantaranya adalah sumber yang berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan non APBN.

Sementara hingga tahun 2024 nanti mayoritas akan menggunakan dana APBN.

"Sementara untuk skema KPBU masih disiapkan, nanti ada Peraturan Menteri khusus terkait KPBU," jelas Agus.

Diketahui, pelaksanaan jajak pasar atau market sounding akan berlangsung Oktober ini.

Market sounding merupakan kelanjutan dari sosialisasi peluang investasi yang telah dilakukan oleh Badan Otorita IKN bersama Kadin.

Kepala Badan Otorita IKN Bambang Susantono mengatakan, Presiden Jokowi akan memimpin langsung jajak pasar tersebut dengan mengundang para investor potensial dan melakukan dialog dalam satu forum pada pertengahan Oktober.

“Kita akan melakukan itu dengan mengundang para potential investor dan kita akan melakukan dialog satu forum yang saya kira ditunggu oleh banyak pihak untuk mengetahui seberapa jauh kita sudah mempersiapkan apa-apa yang harus kita bangun, apa-apa yang kita harus upayakan, agar iklim usaha, iklim investasi, kemudian juga yang paling penting adalah kota itu sendiri kita siapkan.

Sehingga nanti kita memiliki kota yang benar-benar green, smart, inclusive, resilient, dan sustainable ke depannya,” tandasnya. (*)

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved