Mata Lokal Memilih

PDIP Seret Nama Presiden Jokowi atas Rendahnya Elektabilitas Puan Maharani Dibanding Ganjar Pranowo

Presiden Jokowi jadi acuan PDIP atas rendahnya elektabilitas Puan Maharani dibandingkan dengan Ganjar Pranowo.

Instagram puanmaharaniri/ganjar_pranowo
Puan Maharani - Ganjar Pranowo. PDIP angkat bicara mengenai rendahnya elektabilitas Puan Maharani dibandingkan dengan Ganjar Pranowo. 

TRIBUNKALTIM.CO - PDIP angkat bicara mengenai elektabilitas para kadernya, salah satunya Ketua DPP, Puan Maharani dan Gubernur Jawa Tengan, Ganjar Pranowo.

Sebagaimana diketahui, elektabilitas Ganjar Pranowo berada jauh di atas Puan Maharani, lantas siapa yang bakal dipilih PDIP untuk maju pada Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024 mendatang?

Terkait hal itu, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto angkat bicara mengenai situasi internal partai bergambar banteng tersebut, terutama terkait dengan elektabilitas antara Ganjar Pranowo dan Puan Maharani.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan elektoral bukan menjadi pertimbangan utama partainya dalam mengusung seseorang maju dalam pemilihan presiden atau Pilpres 2024.

"Elektoral itu bukan pertimbangan utama, tetapi pertimbangan kepentingan bangsa dan negara," kata Hasto di kantor Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta, Kamis (13/10/2022).

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Sindir Nasdem dan pencapresan Anies Baswedan. Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto singgung prioritas Jokowi dan proyek IKN Nusantara Kaltim.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Angkat bicara mengenai elektabilitas Puan Maharani dan Ganjar Pranowo. (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Hasto memberikan contoh ketika Joko Widodo (Jokowi) maju menjadi calon kepada daerah di DKI Jakarta pada Tahun 2012.

Selain itu, ia juga mencontohkan rendahnya elektabilitas Ganjar Pranowo saat menjadi calon gubernur di Jawa Tengah Tahun 2013.

"Pak Jokowi masih jauh di bawah Pak Foke (Fauzi Bowo), Pak Ganjar masih jauh di bawah Pak Sigit Waluyo. Tetapi karena kerja kolektif, maka kemudian kita mendorong daya terima melalui pergerakan mesin partai yang menyatu dengan rakyat," ujarnya.

Baca juga: Pileg 2024, PDIP Kaltim Tingkatkan Perolehan Kursi Parlemen

Baca juga: Ketua PDIP Mahulu Optimistis Raih 7 Kursi di DPRD dan Menang dalam Pemilu 2024

Lebih lanjut, Hasto menuturkan dalam mengusung seorang maju dalam kontestasi, kepentingan bangsa dan negara menjadi pertimbangan utama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

"Pertimbangan kepentingan bangsa dan negara dan itulah Bu Mega telah membuktikan dengan banyaknya lahir pemimpin dari PDIP," ungkapnya.

Sebelumnya, hasil survei Charta Politika Indonesia menempatkan Ganjar Pranowo di peringkat pertama sebagai tokoh politik dengan elektabilitas tertinggi (31,3 persen).

Sementara, Ketua DPR RI Puan Maharani menempati posisi keenam dengan 2,4 persen.

Terpisah, Direktur Eksekutif Algoritma Research and Consulting Aditya Perdana menilai ada peluang bagi PDIP bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).

"Menurut saya itu bukan suatu hal yang mustahil. Bisa dilakukan," kata Aditya, kepada wartawan, Selasa (11/10/2022).

Baca juga: PDIP Mahakam Ulu Gelar Pendidikan Kader Pratama agar Militan

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved