Berita Nasional Terkini
Penjual Dawet yang Beri Kesaksian Palsu soal Tragedi Kanjuruhan Ternyata Kader PSI, Kini Dipecat
Penjual dawet yang beri kesaksian palsu soal Aremania di Tragedi Kanjuruhan ternyata kader PSI, kini dipecat.
Sementara itu, Dea mengatakan Suprapti Fauzie telah membuat gaduh hati PSI.
Dia menekankan Suprapti dipecat lantaran telah membuat hati PSI dan Aremania sakit.
"Sangat duka yang mendalam ya buat Aremania, sehingga berita seperti itu dikeluarkan, video seperti itu menyakiti hati para Aremania dan juga menyakiti hati kami dari PSI," imbuh Dea.

Kesaksian palsu Suprapti
Dalam kesaksiannya, Suprapti mengaku sebagai perempuan pemilik toko dawet di dekat Pintu 3 Stadion Kanjuruhan.
Suprapti mengatakan bahwa tewasnya ratusan suporter Arema FC tidak disebabkan penggunaan gas air mata yang ditembakkan oleh polisi.
Dia mengatakan, penyebab kematian ratusan orang dalam Tragedi Kanjuruhan adalah ulah Aremania-julukan suporter Arema FC-yang saling berdesak-desakan dan bahkan melakukan kekerasan saat mencoba keluar dari stadion.
"Gas air matanya sebetulnya enggak terlalu anu (bahaya) kok. Cuman ini uyel-uyelane (desak-desakannya) sama sodok-sodokane (sikut-sikutannya) sama jejeg-jejegan (saling tendang) sesama suporter (yang lebih mematikan)," kata Suprapti.
Lebih lanjut, dia mengatakan bahwa ada suporter yang bertindak brutal dengan memukuli seorang petugas polisi.
Baca juga: Detik-Detik Kengerian Tragedi Kanjuruhan di Pintu 13 Terekam CCTV, Kuburan Massal
Baca juga: Sosok Penjual Dawet Kanjuruhan yang Rekaman Suaranya Viral, Kini Minta Maaf pada Keluarga Korban
Padahal, polisi itu sedang mencoba menyelamatkan seorang anak kecil dari kerumunan massa.
"Pak polisi ini menolong tapi dipukuli. Kenapa saya tahu? Karena saya selamat di toko saya," kata dia. Suprapti mengaku menyelamatkan petugas polisi itu dengan membawanya ke toko dawet miliknya.
Namun, suporter masih mengejar dan bahkan berupaya memukul polisi tersebut dengan menggunakan gentong dawet miliknya.
Kekerasan itu, menurut dia, terjadi karena para suporter Arema FC menenggak minuman keras dan obat terlarang.
"Lha wong suporter sak durunge wes ngombe kabeh (sebelumnya sudah minum miras semua) yang meninggal pun itu banyak yang berbau alkohol... yang saya tolong Mas Nawi (suporter) itu ternyata juga pemabuk," kata dia. (*)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Join Grup Telegram Tribun Kaltim untuk mendapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari. Caranya klik link https://t.me/tribunkaltimcoupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.